Yuk
menjadi Guru
GURU
KAYA BERHATI MULIA
Kebaikan
seseorang dimata Allah ditentukan oleh keyakinan terhadap hidup dan profesi
yang dijalaninya. Dibalik profesi guru ini ada hikmah, ada hal-hal yang
tersembunyi, ada cita-cita yang menyala, dan ada masa depan yang menjanjikan.
Guru
kaya, salah satu kesuksesannya tergantung dari kemampuan memanfaatkan
talentanya dalam pengembangan diri dan dunia pengajarnya. Setidaknya terdapat
dua talenta diri yang akan memaksimalkan profesi guru, yaitu terkait dengan perilaku,
ada potret diri terbaik dalam nuansa pengajaran, yaitu sikap sanguinis dan
melankolis dan terkait dengan pengembangan diri, ada pola pikir terbaik dalam
menjalankan profesi sebagai guru yaitu, intuiting dan feeling.
Sedangkan
empat preferensi yang dibawa sejak lahir adalah preferensi sensing, preferensi intuiting,
preferensi feeling, dan preferensi thinking.
Menjadi
guru kaya bukan apa yang harus dilakukan untuk menjadi kaya, tapi bagaimana
berfikir secara kaya terhadap profesi dan mampu membaca peluang-peluang di
dalamnya.
Guru kaya selalu terbuka terhadap masukan
baru, selalu mencari solusi terbaik dari suatu permasalahan, mempunyai mindset collaboration, belajar dari
kesalahan, selalu siap menghadapi resiko, mempunyai daya respon yang cukup besar,
dorongan untuk saling memiliki, selalu terbuka terhadap setiap perubahan dan
mempunyai visi yang sangat kuat.
Berdasarkan
cara pandang guru terhadap pekerjaannya, maka guru dapat dikelompokan menjadi
empat kuadran, yaitu
1. guru
pekerja (pegawai)
adalah guru yang menyukai kemapanan. Tidak ada keinginan untuk berubah.
Selalu mengajar dengan cara yang sama, menggunakan referensi yang sama,
ditempat yang sama terhadap murid-murid yang berbeda, dengan bayaran yang sama.
Sumber penghasilannya berasal dari gaji/honor bulanan.
2. Guru
Pemilik (keahlian) adalah guru yang memiliki keahlian
dalam pengajaran dan mengendalikan sistem. Guru pemilik selalu mengajar dengan
cara yang berbeda, menggunakan referensi yang berbeda, dimanapun ia berada
terhadap siapa saja. Sumber penghasilannya didapat dari keahlian dan sistem
yang dikendalikan.
3. Guru
Perancang (pembuat sistem) adalah guru yang berfungsi
sebagai perancang masa depan pengajaran, bersifat inovatif senang pada ide dan
perubahan yang mengaktifkan pengajaran. Kehebatan guru perancang bukan dari
kepemilikan modal yang kemudian berdampak pada kepemilikan sekolah, tetapi pada
rancangan sistem yang dia kuasai. Sumber
penghasilannya adalah dari sistem dan gagasan yang diterapkan banyak orang.
4. Guru
Profesional (pekerja lepas) adalah termasuk orang
yang butuh uang tetapi melakukannya dengan cara tersendiri. Guru profesional
ditandai dengan perilaku mengajar dengan cara yang sama, menggunakan referensi
yang beragam, di tempat yang berbeda terhadap murid yang berbeda dan dengan bayaran
yang berbeda.
Ada
dimanakah kita?, apakah sebagai guru pekerja, guru pemilik, guru perancang atau
guru profesional?, silahkan dipilih...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar