Senin, 23 Oktober 2017

GURU KAYA BERHATI MULIA



Yuk menjadi Guru
GURU KAYA BERHATI MULIA
Kebaikan seseorang dimata Allah ditentukan oleh keyakinan terhadap hidup dan profesi yang dijalaninya. Dibalik profesi guru ini ada hikmah, ada hal-hal yang tersembunyi, ada cita-cita yang menyala, dan ada masa depan yang menjanjikan.
Guru kaya, salah satu kesuksesannya tergantung dari kemampuan memanfaatkan talentanya dalam pengembangan diri dan dunia pengajarnya. Setidaknya terdapat dua talenta diri yang akan memaksimalkan profesi guru, yaitu terkait dengan perilaku, ada potret diri terbaik dalam nuansa pengajaran, yaitu sikap sanguinis dan melankolis dan terkait dengan pengembangan diri, ada pola pikir terbaik dalam menjalankan profesi sebagai guru yaitu, intuiting dan feeling.
Sedangkan empat preferensi yang dibawa sejak lahir adalah preferensi sensing, preferensi intuiting, preferensi feeling, dan preferensi thinking.
Menjadi guru kaya bukan apa yang harus dilakukan untuk menjadi kaya, tapi bagaimana berfikir secara kaya terhadap profesi dan mampu membaca peluang-peluang di dalamnya.
Guru kaya selalu terbuka terhadap masukan baru, selalu mencari solusi terbaik dari suatu permasalahan, mempunyai mindset collaboration, belajar dari kesalahan, selalu siap menghadapi resiko, mempunyai daya respon yang cukup besar, dorongan untuk saling memiliki, selalu terbuka terhadap setiap perubahan dan mempunyai visi yang sangat kuat.
Berdasarkan cara pandang guru terhadap pekerjaannya, maka guru dapat dikelompokan menjadi empat kuadran, yaitu
1.   guru pekerja (pegawai) adalah guru yang menyukai kemapanan. Tidak ada keinginan untuk berubah. Selalu mengajar dengan cara yang sama, menggunakan referensi yang sama, ditempat yang sama terhadap murid-murid yang berbeda, dengan bayaran yang sama. Sumber penghasilannya berasal dari gaji/honor bulanan.
2.   Guru Pemilik (keahlian) adalah guru yang memiliki keahlian dalam pengajaran dan mengendalikan sistem. Guru pemilik selalu mengajar dengan cara yang berbeda, menggunakan referensi yang berbeda, dimanapun ia berada terhadap siapa saja. Sumber penghasilannya didapat dari keahlian dan sistem yang dikendalikan.
3.   Guru Perancang (pembuat sistem) adalah guru yang berfungsi sebagai perancang masa depan pengajaran, bersifat inovatif senang pada ide dan perubahan yang mengaktifkan pengajaran. Kehebatan guru perancang bukan dari kepemilikan modal yang kemudian berdampak pada kepemilikan sekolah, tetapi pada rancangan sistem yang dia kuasai.  Sumber penghasilannya adalah dari sistem dan gagasan yang diterapkan banyak orang.
4.   Guru Profesional (pekerja lepas) adalah termasuk orang yang butuh uang tetapi melakukannya dengan cara tersendiri. Guru profesional ditandai dengan perilaku mengajar dengan cara yang sama, menggunakan referensi yang beragam, di tempat yang berbeda terhadap murid yang berbeda dan dengan bayaran yang berbeda.
Ada dimanakah kita?, apakah sebagai guru pekerja, guru pemilik, guru perancang atau guru profesional?, silahkan dipilih...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

إن شاء الله":

 عن أبي هُريرة رضي الله عنه عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: "قال سليمان بن داود -عليهما السلام-: لَأَطُوفنَّ الليلةَ على سَبْعينَ ام...