Indonesia darurat literasi. Kalimat tersebut tampaknya
tidak terlalu berlebihan jika melihat kondisi rendahnya minat baca masyarakat
Indonesia saat ini. Aktivitas membaca belum mendapat tempat dalam hati
masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia masih terbiasa dengan budaya lisan
alias mengobrol.
Dulu, kita kekurangan informasi. Sehingga kita
tertinggal di landasan.
Kini persoalannya berbeda. Kita tak lagi kekuarangan
informasi. Informasi membanjiri detik detik hidup kita bagaikan bah.
Informasi hadir dari facebook, twitter, intagram, WA, line, path, dan
masih banyak lagi. Benar benar banjir bandang informasi.
Kemampuan yang dituntut kini bukan lagi kemampuan mencari
informasi. Kemampuan yang dituntut saat ini adalah kemampuan menyeleksi
informasi. Begitu banyak informasi, mana informasi yang bermanfaat dan
mana informasi yang mudarat. Kita harus menentukan mana informasi yang
aktual dan mana informasi yang bual. Dibutuhkan sikap cerdas literasi
informasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar