Minggu, 24 September 2017

Cerdas Literasi



Indonesia darurat literasi. Kalimat tersebut tampaknya tidak terlalu berlebihan jika melihat kondisi rendahnya minat baca masyarakat Indonesia saat ini. Aktivitas membaca belum mendapat tempat dalam hati masyarakat Indonesia. Masyarakat Indonesia masih terbiasa dengan budaya lisan alias mengobrol.
Dulu, kita kekurangan informasi.  Sehingga kita tertinggal di landasan.
Kini persoalannya berbeda.  Kita tak lagi kekuarangan informasi.  Informasi membanjiri detik detik hidup kita bagaikan bah.  Informasi hadir dari facebook, twitter, intagram, WA, line, path, dan masih banyak lagi.  Benar benar banjir bandang informasi.
Kemampuan yang dituntut kini bukan lagi kemampuan mencari informasi.  Kemampuan yang dituntut saat ini adalah kemampuan menyeleksi informasi.  Begitu banyak informasi, mana informasi yang bermanfaat dan mana informasi yang mudarat.  Kita harus menentukan mana informasi yang aktual dan mana informasi yang bual. Dibutuhkan sikap cerdas literasi informasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

إن شاء الله":

 عن أبي هُريرة رضي الله عنه عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: "قال سليمان بن داود -عليهما السلام-: لَأَطُوفنَّ الليلةَ على سَبْعينَ ام...