Rabu, 30 Oktober 2019

TEMPAT TEMPAT MUSTAJAB



                BERDOA  DI TEMPAT TEMPAT MUSTAJAB
Ayah Bunda yang baik
Ketika kita akan pergi ke Baitullah, salah satu yang menjadi tujuan ibadah kita adalah berdoa di tempat tempat mustajab, naah kali ini kita akan sedikit menyebutkan tempat tempat mustajab baik di Makkah maupun Madinah.
Pada prinsipnya doa doa kita pasti (yakin) diterima Alloh SWT.
ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ
Berdoalah padaKU pasti AKU kabulkan (QS. Gafir :60)


Berikut beberapa tempat tempat mustajab yang ada Makkah :

1.      Multazam
Multazam, tempat atau jarak antara sudut Hajar Aswad dan pintu Kakbah. Multazam merupakan tempat paling utama. Cucurkanlah air mata seraya memohon ampunan kepada Allah SWT. Jika memungkinkan, pegang pintu Kakbah. Mintah kebaikan dan kebahagiaan duniawi maupun ukhrawi.
2. Hijir Ismail
Di bawah Mizab (pancuran Kakbah). Talang air ini terletak di arah Hijir Ismail. Pancuran ini belum ada di zaman Nabi Ibrahim as. Talang ini dibuat suku Quraisy bersamaan dengan dibuatnya atap Kakbah. Di bagian depannya tertulis lafal Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim, sedangkan pada sisi kirinya tertulis kalimat dalam bahasa Arab yang artinya, ‘talang ini diperbaharui pelayan dua tanah suci, Fahd bin Abdul aziz Al Sa’ud, Raja Arab Saudi’. Usai berthawaf, jemaah haji atau umrah biasanya menyempatkan diri berlama-lama memanjatkan doa di sini.
3. Rukun Yamani
Rukun Yamani dan Hajar Aswad (Makkah) Rukun adalah sandi atau tiang, yakni 4 sudut Kakbah yang diberi nama Rukun Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami, dan Rukun Yamani. Rukun Aswad dikenal dengan Hajar Aswad merupakan posisi “batu hitam” yang menurut sebagian riwayat adalah batu dari yang menggantung setinggi 1,5 meter dari atas tanah. Saat Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mendapat perintah dari Allah untuk meninggikan pondasi Kakbah, Hajar Aswad dijadikan salah satu fondasi.
4. Dalam Ka`bah
Di dalam Kakbah, tentu sulit masuk ke dalam Kakbah. Namun Rasullah SAW pernah membawa Aisyah ra ke Hijir Ismail saat Aisyah meminta izin salat di dalam Kakbah. Saat itu, Rasullah SAW bersabda, “salatlah di sini kalau ingin salat di dalam Kakbah, karena ini termasuk bagian dari Kakbah”. Karena itu tidak dibenarkan seseorang berthawaf dalam area Hijir Ismail, karena Hijir Ismail merupakan bagian dari Kakbah. Saat haji dan umrah, jemaah harus antre masuk ke dalam Hijir Ismail yang tidak terlalu luas. Usai salat sunah mutlak, mereka biasanya memuaskan diri berdoa di sini.
5. Sa'i antara Sofa dan Marwah
Sa’i adalah berjalan sebanyak 7 kali putaran antara bukit Shafa dan Marwah. Prosesnya dilakukan setelah thawaf, dimulai dari bukit Shafa dan diakhiri di bukit Marwah. Tidak ada bacaan wajib. Namun disarankan berdoa sesuai kemampuan, dan beristigfar.
6. Belakang Makam Ibrahim
Di belakang Makam Ibrahim. Jika berhaji atau umrah, sesudah melaksanakan thawaf tujuh putaran dan berdoa sejenak di Multazam, umat Islam disunatkan salat di belakang makam Ibrahim. Makam Ibrahim sendiri lokasinya masih di dekat Ka’bah, tidak jauh dari Multazam.
7. Muzdalifah dan Mina
Muzdalifah, kawasan antara Mina dan Arafah. Lokasinya sekitar 10 km dari Makkah. Muzdalifah panjangnya kurang dari 4 km, berada pada satu wilayah sempit antara dua gunung yang berdekatan setelah Arafah.
Mina, kawasan berbukit panjangnya 3-5 km, letaknya antara Mekah dan Muzdalifah. Jaraknya dari Mekah sekitar 7 km. Di Mina terdapat jamarat.
8.Raudhah (Madinah)
Dahulu Raudhah terletak di luar halaman Masjid Nabawi, yaitu di antara rumah Rasulullah SAW dan mighrab atau mimbar di Masjid Nabawi. Kini setelah Masjid Nabawi diperluas, lokasi Raudhah terletak di dalam masjid, dengan ukurannya yang hanya 22 x 15 meter. Lokasi itulah yang menjadi taman surga yang tak pernah sepi oleh jamaah haji dan umroh. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda, “Tempat yang di antara rumahku dan mimbarku adalah raudhah (taman) di antara taman-taman surga.” (HR. Bukhari)


MERINDUKAN TIGA MASJID


MERINDUKAN TIGA MASJID

Ayah Bunda yang baik,
Sebelum kita melaksanakan ibadah Umrah, alangkah baiknya kita tahu tentang keutaamaan kita berangkat atau berziarah ke tiga masjid yang Alloh muliakan. Bias jadi selama ini kita memang selau merindukan ketiga tempat/masjid tersebut, bagi yang pernah menunaikan ibdah haji/umrah, kerinduan itu akan selalu terulang, ingin sekali berkunjunjung kembali kesana, bagi yang belum pernah, kita juga sangat merinduinya karena mungkin selama ini kita hanya dengar katanya atau paling tidak kita hanya melihat di TV bahkan hanya gambarnya saja/poster.

Kali ini kita akan menuju ke sana (Masjid Al Haram di Makkah dan Masjid NAbawi di MAdinah) dan AL Aqsha (palestina InsyaAlloh). Kita pun sudah tidak sabaran lagi untuk segera kesana,
Mari kita simak hadits Rasulullah SAW :
لا تشد الرحال الا  الى ثلالثة مساجد : مسجد الحرام و مسجد الرسول صلى الله علي و سلم و مسجد الأقصى
 “Janganlah (kalian)  mengkhususkan melakukan perjalanan (jauh) kecuali menuju tiga masjid, (yaitu) Masjidil Haram , Masjid ٌRasulullah SAW, dan masjid al-Aqsha ”.  (H.R. Bukhari-Muslim).

Ayah Bunda yang baik,
Ternyata berkunjung/ziarah ke masjid tersebut sangat di anjurkan, walaupun dengan bersusah payah, bisa jadi kita mengorbankan banyak hal untuk bisa berziarah ke tiga masjid tersebut.
Mari kita kenalkan secara singkat Ketiga masjid tersebut dan masjid tersebut  memiliki keutamaan masing-masing. Mari kita bahas sekilas.

Masjid Pertama: Masjidil Haram yang berada di kota Mekkah. 
Itulah rumah ibadah yang pertama kali dibangun untuk umat manusia. Allah SWT berfirman,
ان  أول بيت وضع للناس  للذي ببكة مباركا وهدى للعالمين
“Sesunggunya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk (umat) manusia adalah (baitullah) yang ada di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam semesta.” (QS Ali Imran: 97)
Ketika Nabi Ibrahim membawa risalah kenabian, dia bersama puteranya, Nabi Ismail meninggikan ka’bah. Allah SWT berfirman
Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdoa): "Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui". (QS al-Baqarah: 127).
Dalam proses pengerjaan meninggikan Ka’bah itu, Nabi Ibrahim berdiri di atas sebuah batu. Sedemikian lamanya dia berdiri hingga telapak kakinya membekas di atas batu itu. Bekas telapak kaki itu kemudian kita kenal sebagai “Maqam Ibrahim”.
Suatu hari, ketika Rasulallah SAW sedang tawwaf, Umar bin Khatab menyampaikan kepada Rasulallah SAW agar arah di mana maqam Ibrahim itu berada dibenarkan pula untuk mejadi tempat shalat. Usulan Umar bin Khattab itu diperkenankan Allah SWT dalam firman-Nya:
 “Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (Al Baqarah:125).
Sejak itu, kemudian Rasulallah SAW menganjurkan, apabila selesai tawwaf, hendaklah kita shalat sunnah di belakang maqam Ibrahim dan mengarah ke ka’bah. Shalat di Masjidil Haram bernilai seratus ribu kali dibandingkan shalat di masjid lainnya.
Dan yang lebih penting lagi adalah, bahwa sholat di Masjid AL Haram pahalanya seratus ribu kali lipat di banding sholat di masjid lain. (HR Ahmad dan Ibnu Majah)
Ayah Bunda yang Sholih dan Sholihat

Masjid kedua: Masjid Nabawi di kota Madinah.
Ketika Rasulallah SAW hijrah dari Mekkah ke Madinah, beliau SAW menaiki unta. Para sahabat yang berada di Madinah menyambut beliau dan menawarkan untuk menempati tanah mereka. Namun Rasulallah SAW mengatakan biarkan saja unta itu berjalan, sampai dimana unta berhenti, di tempat itulah kelak dibangun masjid Nabi.
Unta tersebut ternyata berhenti di atas sebidang tanah milik dua anak yatim yang berada di bawah perwalian As’ad bin Zurarah. Ketika itu, tanah tersebut telah dijadikan tempat ibadah oleh As’ad bin Zurarah. Oleh karenanya, Rasulullah kemudian memanggil kedua anak yatim tersebut untuk menanyakan berapa harga tanah mereka. Namun keduanya menjawab, “Tanah ini kami hibahkan saja, wahai Rasulullah”. Rasulullah SAW menolak tawaran tersebut dan membelinya dengan harga yang pantas. 
Dalam riwayat lain disebutkan, unta itu berhenti di tanah lapang yang berada di depan rumah Abu Ayyub al-Anshari. Sebagian tanahnya adalah milik As’ad bin Zararah yang dkemudian ia serahkan sebagai wakaf. Sebagian lagi milik dua anak yatim bersaudara, Sahl bin ‘Amr dan Suhail bin ‘Amr yang lalu dibayarkan harganya oleh Abu Bakar As-Shiddiq. Di atas tanah tersebut kemudian didirikan masjid Nabawi.

Allah SWT berfirman,“Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalam masjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang bersih.'' (QS At-Taubah: 108).
Karena itulah, sebagaimana diriwayatkan dari Abu Hurairah, Rasulallah SAW berkata, “shalat di masjidku ini lebih baik dari seribu kali dari (shalat) di masjid lainnya, kecuali masjidil haram”.
Dan InsyaAlloh kita akan menuju ke kedua masjid tersebut insyaAlloh

Masjid ketiga: Masjid al-Aqsa.  Di Palestina
Allah SWT berfirman,
“Maha suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada waktu malam dari Masjid Al-Haram ke Masjid Al-Aqsha yang diberkahi sekelilingnya untuk Kami perlihatkan ayat-ayat Kami, bahwasanya Dia itu Maha Mendengar dan Maha Melihat”. (Q.S. Al-Isra: 1).
Ayat tersebut berkenaan dengan peristiwa Isra dan Mi’raj. Ayat tersebut sekaligus menunjukkan ketinggian, keutamaan, dan kemuliaan Masjid al-Aqsha. Dalam sejarah disebutkan, di sekitar kawasan Masjid al-Aqsha inilah para nabi dimakamkan. Antara lain, Nabi Ibrahim, Syu’aib, Musa, Dawud, Yunus, Sulaiman, dan beberapa sahabat Nabi seperti Salman Al-Farisi, Ubadah bin Shamit, dll.
Generasi pertama yang membebaskan Masjid al-Aqsa adalah Umar bin Khattab. Dia menerima kunci Masjid al-Aqsa langsung dari seorang pendeta yang sebelumnya menguasai kawasan tersebut. Memang, orang-orang Kristen Palestina memberikan mandat kepada Khalifah Umar bin Khattab agar diri, harta, dan kemuliaan mereka diberikan kepastian hukum dan jaminan keamanan. Umar bin Khattab pun memenuhi janjinya. 

Generasi kedua yang memenangi perang merebut Masjid al-Aqsa adalah Shalahuddin al-Ayyubi. Konon, dia pernah berikrar untuk tidak akan tersenyum selama hidupnya sebelum membebaskan Masjid Al-Aqsha. Akhirnya pada tanggal 27 Rajab 573H / 2 Oktober 1187 M, Masjid Al-Aqsha dan kawasan sekitarnya dapat dibebaskan kembali oleh Shalahuddin Al-Ayyubi dari penjajahan pasukan Salibis.
Generasi terakhir adalah Sultan Abdul Hamid II tahun 1876-1911 M, ketika memimpin Khilafah Turki Utsmani. Dia mempertahankan hak muslimin dengan tidak memberikan sejengkalpun tanah Masjid Al-Aqsha dan kawasan Palestina kepada orang-orang Yahudi.
Mereka begitu kuat memegang prinsip tentang kemuliaan Masjid al-Aqsa sebab dilandasi keimanan yang kokoh. Telah diriwayatkan dari Maimunah, wanita budak yang dimerdekakan oleh Nabi SAW, sesungguhnya dia berkata, “Wahai  Rasulullah, berilah fatwa kami tentang Baitul Maqdis”. Nabi bersabda, “Datangilah dan shalatlah di sana. Bila engkau tidak bisa datang ke sana untuk menjalankan shalat di dalamnya, maka kirimkan minyak untuk menerangi lampu-lampunya”. (HR Abu Dawud).
Ketika Rasulallah SAW menjelaskan keutamaan Masjid al-Aqsa, beliau membandingkannya dengan Masjid Nabawi. Rasulallah SAW berkata, “Shalat di masjidku ini lebih utama dibandingan empat kali shalat di dalamnya (Masjid al-Aqsha)….”  Artinya, shalat di Masjid al-Aqsa bernilai dua ratus lima puluh kali lebih baik dari masjid manapun, selain Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Tapi sekarang ironi sekali Masjid suci ketiga bagi umat Islam  Masjid Al Aqsha di kuasai oleh Israel, banyak kejadian pelecehan yang dilakukan oleh Israel terhadap Masjid Al Aqsha. Banyak sudah kaum muslimin jadi korban dan mereka syahid karena membela dan mempertahankan Masjid Al Aqsha.
Kita hanya bisa berdoa dan memberi bantuan bagi Al Aqsha, dan insyaAlloh kita akan bisa sholat di Masjid Al Aqsha yang mulia dengan tenang setelah kembali kepangkuan umat Islam
Sebagai muslim, patutlah kita merindukan ketiga masjid tersebut dan berniat secara sungguh-sungguh untuk bisa menunaikan shalat di dalamnya. 
Wallahua’lam bis showab.

HIKMAH IBADAH HAJI UMRAH



Assalamu `alaikum Wr.Wb

Ayah Bunda, jamaah Umrah , semoga dalam keadaan sehat wal afiat, dan senantiasa dalam lindungan Alloh SWT. Aamiin

Dalam melaksanakan ibadah Umrah, perlu untuk saling mengingatkan (taushiyah), agar ibadah umrah kita tetap terjaga dan jangan sampai sia sia, paling tidak ada beberapa hal yang harus kita lakukan dari semenjak kepergian, ketika pelaksanaan dan saat kembali dari umrah,
Diantara tahapan persiapan ruhiyyah yang harus kita lakukan adalah sebagai berikut :


1. Introspeksi diri
kita harus banyak mengevaluasi diri kita, apa yang sudah kita perbuat, apakah berpahala atau mengandung kedosaan, apalagi kita berada ditanah suci/tanah haram, maka selayaknya kita harus mengkontrol diri dari perbuatan perbuatan yang sia sia, sebeagaiman Rasul SAW bersabda :”sebaik baik islam seseorang adalah, meninggalkan hal hal yang tidak berguna


2. Perbaikan diri
Setelah kita mengevaluasi diri, maka patut kiranya kita bertaubat dan istighfar jika sekiranya, kita berbuat kesalahan dan dosa, maka segera bertaubat.

ٱلۡحَجُّ أَشۡهُرٞ مَّعۡلُومَٰتٞۚ فَمَن فَرَضَ فِيهِنَّ ٱلۡحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوقَ وَلَا جِدَالَ فِي ٱلۡحَجِّۗ وَمَا تَفۡعَلُواْ مِنۡ خَيۡرٖ يَعۡلَمۡهُ ٱللَّهُۗ وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيۡرَ ٱلزَّادِ ٱلتَّقۡوَىٰۖ وَٱتَّقُونِ يَٰٓأُوْلِي ٱلۡأَلۡبَٰبِ
(Musim) haji itu (pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. Barangsiapa mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, maka janganlah dia berkata jorok (rafats), berbuat maksiat dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala yang baik yang kamu kerjakan, Allah mengetahuinya. Bawalah bekal, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat!


3. Menjaga Kelangsungan Amal Saleh
kita di tuntut untuk banyak beramal sholeh selama melasanakan ibadah umrah, minimal kita bisa berkhidmat (membantu) sesama kita sebagai jamaah umrah, sehingga kita pun akan dapat pahala yang berlipat dari Alloh SWT



4. Mengisi Waktu dengan Dzikir
basahilah lisanmu dengan berdzikir, sibukkan diri kita dengan mengingat Alloh  SWT, karena kita sedang menjadi tamu NYA, maka sepantasnya kita harus selalu mengingat dengan menyebut asmaNYA, niscaya kita pun akan di ingat dan dikenal AllohSWT

“Hai orang–orang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang“ (Q.S. Al-Ahzab 33 : 41-42)


8. Mengingat Kematian
ingatlah ketika ketika akan berangkat menuanikan ibadah haji, maka sebenarnya kita sudah pasrah menyerahkan diri kita kepada Alloh SWT, maka pun ketika Alloh memanggil kita ketika kita berhaji, kita sudah siap. Dan karena nya ibdah haji dan kematian sebuah hal yang mirip, dan merupakan kita memenuhi panggila Alloh SWT, karena di dunia ini, paling tidak ada 3 panggilan Alloh SWT, 1. Panggilan Sholat, 2 Panggilan Haji.Umrah dan 3 Panggilan kematian. Alhamdulillah , Alloh panggil kita dengan panggila Haji/umrah. Maka ketika Alloh panggil dengan panggilan kematian, kita pun sudah siap InsyaAlloh



10. Berdo’a kepada Allah SWT
selama kita di tanah haram baik di  Makkah dan Madinah, itu lah tempat tempat mustajab kita berdoa, maka pergunakan lah kesempatan kita berdoa, meminta sebanyak banyaknya permintaan kita, terlebih ketika kita melaksanakan haji/umrah.

Ayah bunda, semoga taushiah tadi sekedar mengingatkan kita, bahwa kita sedang melaksanakan ibadah yang paling utama, yaitu Haji.
Wassalamu alaikum Wr.Wb.


Kamis, 19 September 2019

CARA MENJUAL YANG MENARIK


CARA MENJUAL YANG MENARIK


Tulisan ini pun, di angkat  hasil dari Pameran Islamic Tourism Expo yang kemarin, melihat para marketing/selles haji/umrah dari berbagai travel dan Provider, yang menjual produknya masing, dan dengan gaya/cara nya masing masing, penulis iseng iseng, walau bukan marketing asli, dan hanya melihat dan sedikit pengalaman tentang menjual haji/umrah, maka dibuatlah tulisan berikut.

Secara singkat bisa dikatakan bahwa Selling/menjual adalah tindakan komunikatif yang mentransformasikan pesab-pesan produk  agar diterima dan minati oleh konsumen. Sebagai tindakan selling maka yang terpenting adalah bagaimana selles  menguasai cara-cara yang bisa menghipnotis sehingga bisa meng closing.

Secara sederhana hipnotis bisa dipahami sebagai menciptakan komunikasi yang bisa memberikan daya sugesti yang tinggi, sehingga konsumen bisa memahami dan tertarik dengan produk yang kita jual. Dengan demikian, hipnotis tidak ada hubungannya dengan kekuatan mistik atau magis, tetapi lebih pada cara atau gaya berkomunikasi.

Berikut adalah beberapa trik trik yang perlu diketahui, yang bisa dilakukan oleh salles yang untuk melakukan penjualan yang menghipnotis konsumen. Karena ini bicara tentang Haji dan umrah, maka konsumennya kita sebut calon jamaah

1.     ciptakan kepercayaan calon jamaah  kepada Anda dan juga kepada diri sendiri. Percaya kepada Anda berarti mempercayai kapasitas amanah, sikap, dan profesional pada haji/umrah. Oleh karena itu, Anda harus se-expert mungkin pada produk knowledge.

2.    ciptakan kesan yang menarik perhatian calon jamaah terhadap diri Anda dan juga terhadap produk  yang akan Anda jual. Oleh karena itu, Anda harus berpenampilan menarik yang memberikan kesan positif. Ingat iklan, "penampilan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah Anda". Berpenampilan menarik bukan berarti harus berpakaian mahal, tetapi tampak rapi dan elegan, baik bentuk maupun warnanya.

3.  lakukan cara-cara jualan  yang ekspresif, yaitu selling  yang melibatkan kesungguhan dan juga kebahagiaan jiwa. Dengan kata lain, saat diri Anda menjual, Anda benar-benar memahami karena jiwa dan raga Anda menyatu dengan produk tersebut. Oleh karena sebaiknya wajah Anda harus menebarkan senyum saat menjual. Senyum Anda juga akan menciptakan medan kebahagiaan bagi lingkungan tempat menjual

4.     lakukan cara-cara menjual yang menghibur.(entertaiment). Anda harus tampil menjadi orang yang humoris sehingga Anda sendiri dan calon jamaah menjadi terhibur. Tetapi perlu diingat humoris bukan melawak dengan hal-hal yang lucu-lucu yang keluar dari konteks.

5.   lakukan pengulangan atau repetition pada brand yang kita jual Misalnya karena kita menjual(...Nama travelnya..) maka kata kata (..nama Travelnya) terus kita ulag ulang sampai calon jamaah tak terasa masuk dalam memori nya kalimat (....nama travelnya). minimal ada 3 kali pengulangan kalimat  (..nama travelnya) dalam sebuah transaksi,

Nah, dengan langkah-langkah di atas, insya Allah kita bisa melakukan penjualan  yang menghipnotis sehingga calon jamaah  yang kita ajak untuk membeli program haji/umrah kita.

SEMPURNA


SEMPURNA
Diskusi pagi ini membicarkan tentang kesempurnaan. Berawal dari salah satu peserta diskusi merasa belum percaya diri untuk bisa bicara dengan orang, apalagi di hadapan publik, sambil berkata “ saya belum bisa pak, ilmu saya belum banyak, nanti saja jika saya sudah sempurna “.  Naah pernyataan ini sangat menggelitik saya untuk spontan mengeluarkan statmen, (boleh juga sih, seabagai quote, hehehe). “jangan menunggu sempurna untuk menjadi sempurna, karena kesempurnaan itu adalah ketika kita berusaha untuk menuju kesempurnaan itu sendiri.
Sejatinya seorang manusia menginginkan kesempurnaan, bahkan terkadang kita  rela berkorban apa saja untuk mendapatkan kesempurnaan,  kenapa itu bisa terjadi, ? karena dia melihat orang lain lebih sempurna dari dia. Makanya dia ingin dapat menyamai atau bahkan melebihi orang lain dalam kesempurnaannya.
Padahal orang yang di lihatnya sempurna juga, merasa belum sempurna, dan juga memandang orang lain lebih sempurna. ibarat cermin,
Atau ada juga orang yang merasa sudah sangat sempurna, dan melihat orang lain tidak sempurna. Naah orang seperti ini, terlalu percaya diri, bahkan mungkin berkesan (maaf) sombong. Karena orang ini merendahkan manusia lain (HR Muslin dari Abdullah bin mas`ud)
Kesempurnaan milik Alloh SWT. DIA lah yang Maha Sempurna, kesempurnaanNYA, meliputi seluruh ciptaanNYA. Termasuk manusia.  
قَدۡ خَلَقۡنَا ٱلۡإِنسَـٰنَ فِیۤ أَحۡسَنِ تَقۡوِیمࣲ)
Sungguh telah kami ciptakan manusia, dengan sebaik baik bentuk
[Surat At-Tin 4]
Ahsani taqwin bisa juga di sebut dengan penciptaan yang sempurna. Alloh jadikan seluruh tubuh manusia, dengan berbagai inderanya, melengkapi kesempurnaan ciptaanNYA.
Oleh karena itu, mari kita menuju ke yang Maha Sempurna, agar semakin lengkaplah kesempeurnaan yang kita miliki, jika ulas kembali kata bijak diatas “jangan menunggu sempurna untuk menjadi sempurna, karena kesempurnaan itu adalah ketika kita berusaha untuk menuju kesempurnaan, Yaitu Menuju Alloh jalla wa `ala
WaAllahu `alam bishowab

SUKSES CLOSINGAN


SUKSES CLOSING DALAM JUALAN UMRAH

Setelah hampIr dua bulan kita ada di Ayo haji, maka patut kiranya kita akan mengadakan beberapa evaluasi, tentang prestasi kita, yang ditandai dengan closingan, karena itu satu satunya indicator keberhasilan seorang Marketer atau selles, seberapa banyak dia menghasilkan closingan, pertanyaan kenapa kita belum Closing ?, ( mohon maaf, mungkin jawabannya terlalu klise, bukan maksud menyinggung, tapi sekedar mengingatkan dan juga bukan berarti blom dilaksanakan oleh CRM, bias jadi teman teman CRM sudah berusaha maksimal, tapi memang belum terlihat hasilnya . tetapi memang sebelum kita menghasilkan closingan, ada beberapa ha/faktor  yang perlu kita lakukan, agar kerja kita lebih bermanfaat dan bermakna, baik untuk diri kita maupun tempat kerja kita, dalam hal ini Ayo Haji.
Adapun beberapa hal/faktor tersebut adalah :
1.       knowledge atau pengetahuan.
Seorang Marketing/sales harus banyak tahu tentang yang di jual. Jika kita ingin menjual/memasarkan sebuah produk, maka kita harus tahu dan paham secara detail, produk yang akan kita jual, tentang Product rilis nya, waktunya, jenisnya, kelebihannya, bahkan itenerary nya.
2.       care atau peduli.
Setelah mengetahui semua hal tentang yang kita jual. Seorang marketing/selles  harus mengembangkan sikap peduli terhadap apa atau siapa yang menjualnya dalam hal ini perusahaan . Peduli berarti berempati dan bersimpati terhadap apapun yang dialami oleh Perusahaan, Dalam konteks ini maka kita harus peduli terhadap apapun yang terjadi pada Perusahaan . Dalam level yang lebih tinggi, peduli berarti mengambil aksi atau tindakan-tindakan yang menjadikan Perusahaan tumbuh dan berkembang secara positif.

Orang yang peduli terhadap Perusahaan memiliki prinsip SMP  yaitu Senang Melihah Perusahaan senang dan susah melihat Perusahaan susah.  Selanjutnya akan mengambil langkah-langkah transformatif yang relevan.  Lawan peduli adalah cuek atau apatis atau tidak mau tahu terhadap Perusahaan

3.       Respect atau Menghargai.
Kita  tidak akan pernah merendahkan, meremehkan, mengecilkan, tentang kerjaan kita dan Perusahaan . Sebaliknya, kita  justru akan memberikan rasa hormat dan penghargaan kepada kerja kita dan Perusahaan  Kalau pun ada orang lain melihatnya sebagai sesuatu yang negatif. Pada saat yang sama, kita  justru melihatnya sebagai sesuatu yang perlu di apresiasi. Pikirannya dipenuhi dengan positif thinking dan positif prasangka (khusnudzon). Sehingga wajahnya terus memancarkan senyum dan keceriaan terhadap kerja kita dan Perusahaan

4.       Responsible atau Bertanggungjawab. Di atas respect adalah responsible. Kita harus  mau mengambil tanggungjawab konstruktif terhadap kerja kita dan Perusahaan, yaitu bertanggungjawab untuk mengupayakan Perusahaan  menjadi Travel yang maju, yaitu yang professional dan di percaya masyarakat untuk melayani Tamu Alloh menjalankan ibadah dengan khusyu dan nyaman membangun jaringan, mengembangkan usaha  dan langkah-langkah kreatif untuk membangun Perusahaan

Senin, 05 Agustus 2019

MASJID QUBA


MASJID QUBA

مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ ثُمَّ أَتَى مَسْجِدَ قُبَاءَ، فَصَلَّى فِيهِ صَلَاةً، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ عُمْرَة

“Barangsiapa bersuci di rumahnya lalu datang ke Masjid Quba’, kemudian dia mendirikan salat di sana, maka dia mendapatkan pahala umrah.”
Masjid Quba adalah sebuah masjid yang terletak di tepi Kota Madinah, tepatnya 3 km di arah selatan Masjid Nabawi. Masjid Quba adalah masjid pertama yang dibangun oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

"Di Quba, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam disambut meriah oleh penduduk Madinah sambil menyanyikan nasyid thala'al badru'alaina. Beliau singgah di Quba selama empat hari, dan di waktu itu beliau memerintahkan untuk membangun Masjid Quba bahkan ikut terlibat dalam proses pembangunannya,"

Karena kehebatannya inilah Allah mengabadikannya dalam Alquran surat at-Taubah ayat 108:

"Sungguh, masjid yang didirikan atas dasar takwa, sejak hari pertama adalah lebih pantas engkau melaksanakan salat di dalamnya. Di dalamnya ada orang-orang yang suka membersihkan diri, dan  Alloh menyukai orang orang yang membersihkan diri

Masjid Quba juga memiliki keutamaan. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang keluar dari rumahnya kemudian mendatangi masjid ini, yakni Masjid Quba kemudian salat di dalamnya, maka pahalanya seperti ia menjalankan umrah" (Musnad Ahmad: 15981).

Bukan berarti kewajiban ibadah umrahnya telah tertunaikan jika seseorang menjalankan salat di Masjid Quba. Siapa yang salat di Masjid Quba maka dia mendapatkan pahala setara dengan pahala umrah.


Mengenai pelaksanaannya, tidak ada ketentuan melakukan salat tertentu. Bisa melakukan salat tahiyatul masjid, salat dhuha atau salat-salat sunah lainnya.

"Karena salat apapun maka pahalanya senilai dengan pahalah ibadah umrah, insya Allah," pungkasnya.

Dari berbagai sumber disebutkan bahwa Masjid Quba telah direnovasi dan diperluas oleh Kerajaan Arab Saudi. Sehingga masjid yang ada saat ini telah berubah jika dibandingkan pada saat zaman Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.

Masjid Quba dulunya berdiri di atas kebun kurma dengan luas 1200 meter persegi. Setelah direnovasi, luasnya sekitar 5.860 meter persegi dan dapat menampung 20 ribu jemaah.

Masjid Quba memiliki 19 pintu dengan 3 pintu utama. Dua pintu untuk masuk jemaah laki-laki, satu pintu lainnya untuk masuk jemaah perempuan.
Masjid Quba menjadi salah satu agenda ziarah /City Tour di Madina bagi jamaah Umrah AYO HAJi. Semoga Alloh SWT, memberikan rizki kepada kita unuk dapat berziarah ke Al Haramain

اللهم ارزقنا لزيارة بيتك المحرم

إن شاء الله":

 عن أبي هُريرة رضي الله عنه عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: "قال سليمان بن داود -عليهما السلام-: لَأَطُوفنَّ الليلةَ على سَبْعينَ ام...