Rabu, 01 Mei 2019

KESEMPURNAAN

KESEMPURNAAN


Lirik lagu dari Andra And Backbone :
“Kau begitu sempurna
Dimataku kau begitu indah
Kau membuat diriku akan slalu memuja”
Lagu ini ditujukan kepada seorang wanita yang cantik rupawan, membuat banyalk pria tertarik pada nya. sehingga terasa kesempurnaan ada pada wanita ini
Terkadang manusia, selalu menilai kesempurnaan itu dilihat dari fisiknya saja, tidak melihat dari ruhani/mentalnya. Konon katanya jgn menilai seseorang dr fisiknya krn ketika ia tua maka semua fisiknya akan berkurang fungsi ..dan tdk spt pada saat pertama bertemu, Jadi kekaguman itu akan pudar ditelan oleh waktu
Padahal Alloh SWT, sudah mengatakan bahwa Alloh SWT ciptakan manusia dalam kesempurnaan:
لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ
Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, (QS. At Tiin: 4)
اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍ adalah, penciptaan yang sempurna baik bentuk maupun sifatnya.
Jadi pada dasarnya Alloh menciptakan manusia dalam keadaan sempurna, semua diciptakan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang manusia butuhkan. Kenapa Alloh ciptakan dua mata, dua telinga, satu hidung dan satu mulut, dan Alloh sempurnakan dengan dua tangan dan dua kaki, dan lain sebagainya. Sehingga terlihat indah dan sempurna dan semua pasti ada hikmah maksud dan tujuannya, baik yang kita ketahui maupun yang tidak ketahui.Oleh karena itu, kita wajib mensyukuri atas apa yang Alloh berikan dalam kesempurnaannya. Sehingga dengan kesyukuran itu, kesempurnaan akan lebih indah dan bermanfaat serta bertambah kesempurnaannya.
Maka sungguh aneh jika manusia selalu mencari yang sempurna, padahal semua sudah sempurna. Atau banyak yang mengatakan bahwa jangan lah mencari yang sempurna, karena tidak ada manusia yang sempurna, kesempurnaan adalah milik Alloh SWT semata. Sekilah pandangan ini benar, tapi menurut penulis, bahwa pernyataan ini, malah justru merendahkan ciptaan Alloh SWT, bahwa ciptaanNYA tidak sempurna. Ciptaaan Alloh SWT sangatlah  sempurna, karena saking sempurnanya banyak manusia tidak menyadari kesempurnaannya.
Yang membuat sempurna atau tidak sempurna itu adalah cara pandang manusia dalam melihat ciptaanNYA. Karena melihatnya dengan “kaca mata” ketidaksempurnaan, sehingga terlihatlah olehnya manusia jadi tidak sempurna.
Dan Alloh SWT itu adalah Sempurna diatas kesempurnaan, “al-kamaalu fauqal kamaal”, atau kita sering menyebut “Nuurun Fauqon Nuur”, cahaya diatas cahaya.
Kita bisa melihat hal ini dalam Asma ul husna :
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا وَذَرُوا الَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِي أَسْمَائِهِ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Hanya milik Allah-lah asma-ul husna (nama-nama yang maha indah), maka berdoalah kepada-Nya dengan nama-nama itu, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam (menyebut dan memahami) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka lakukan” (QS al-A’raaf:180).
Kemahasempurnaan yang paling tinggi ini ada pada masing-masing dari nama-nama dan sifat-sifat Allah Subhanahu wa Ta’ala secara tersendiri/ terpisah, sehingga jika dua dari nama-nama dan sifat-sifat-Nya digabungkan/ digandengkan, sebagaimana yang banyak terdapat dalam ayat-ayat al-Qur’an, tentu ini menunjukkan kemahasempurnaan lain dari penggandengan dua nama dan dua sifat tersebut. Inilah yang dinamakan oleh sebagian dari para ulama dengan “al-kamaalu fauqal kamaal” (kesempurnaan di atas kesempurnaan)[5].
Jadi Alloh itu Maha Sempurna, dan karena Maha Sempurna, maka pasti menciptakan secara sempurna pula. Tidak ada kekurangan sedikitpun. Jika pun Alloh ciptakan dalam “kekurangan”, itu semata dalam rangka menyempurnakan yang lain. Dan ketika manusia mencari kesempurnaan, maka pada hakikatnya dia ragu akan kesempurnaan ciptaan Alloh SWT.karena saking sempurnanya, maka kesempurnaan itu tidak terlihat secara sempurna
Maka bersyukurlah kepada Alloh SWT, yang telah menciptakan kita dengen sempurna lahir bathin

قصة أصحاب الأخدود



قصة أصحاب الأخدود
حدثنا عفان حدثنا حماد بن سلمة عن ثابت عن عبد الرحمن بن أبي ليلى عن صهيب أن رسول الله صلى الله عليه وسلم - قال كان ملك فيمن كان قبلكم وكان له ساحر فلما كبر الساحر قال للملك إني قد كبرت سني وحضر أجلي فادفع إلي غلاما لأعلمه السحر فدفع إليه غلاما فكان يعلمه السحر وكان بين الساحر وبين الملك راهب فأتى الغلام على الراهب فسمع من كلامه فأعجبه نحوه وكلامه وكان إذا أتى الساحر ضربه وقال ما حبسك وإذا أتى أهله ضربوه وقالوا ما حبسك فشكا ذلك إلى الراهب ، فقال إذا أراد الساحر أن يضربك فقل حبسني أهلي وإذا أراد أهلك أن يضربوك فقل حبسني الساحر
قال فبينما هو ذات يوم إذ أتى على دابة فظيعة عظيمة قد حبست الناس فلا يستطيعون أن يجوزوا ، فقال اليوم أعلم أمر الراهب أحب إلى الله أم أمر الساحر قال فأخذ حجرا فقال اللهم إن كان أمر الراهب أحب إليك وأرضى من أمر الساحر فاقتل هذه الدابة حتى يجوز الناس ورماها فقتلها ومضى الناس فأخبر الراهب بذلك فقال أي بني أنت أفضل مني وإنك ستبتلى فإن ابتليت فلا تدل علي فكان الغلام يبرئ الأكمه والأبرص وسائر الأدواء ويشفيهم وكان جليس للملك فعمي فسمع به فأتاه بهدايا كثيرة فقال اشفني ولك ما هاهنا أجمع فقال ما أنا أشفي أحدا إنما يشفي الله عز وجل فإن آمنت به دعوت الله فشفاك فآمن فدعا الله فشفاه ثم أتى الملك فجلس منه نحو ما كان يجلس فقال له الملك يا فلان من رد عليك بصرك فقال ربي فقال أنا ؟ قال لا ربي وربك الله قال ولك رب غيري قال : نعم ربي وربك الله فلم يزل يعذبه حتى دل على الغلام فبعث إليه فقال أي بني بلغ من سحرك أن تبرئ الأكمه والأبرص وهذه الأدواء قال ما أشفي أنا أحدا إنما يشفي الله عز وجل قال أنا قال لا . قال أولك رب غيري قال ربي وربك الله فأخذه أيضا بالعذاب فلم يزل به حتى دل على الراهب فأتى بالراهب فقال ارجع عن دينك ، فأبى فوضع المنشار في مفرق رأسه حتى وقع شقاه وقال للأعمى ارجع عن دينك ، فأبى فوضع المنشار في مفرق رأسه حتى وقع شقاه إلى الأرض وقال للغلام ارجع عن دينك ، فأبى فبعث به مع نفر إلى جبل كذا وكذا وقال إذا بلغتم ذروته فإن رجع عن دينه وإلا فدهدهوه من فوقه فذهبوا به فلما علوا به الجبل قال اللهم اكفنيهم بما شئت فرجف بهم الجبل فدهدهوا أجمعون وجاء الغلام يتلمس حتى دخل على الملك فقال ما فعل أصحابك فقال كفانيهم الله فبعث به مع نفر في قرقور فقال إذا لججتم به البحر فإن رجع عن دينه وإلا فغرقوه في البحر فلججوا به البحر فقال الغلام اللهم اكفنيهم بما شئت فغرقوا أجمعون وجاء الغلام حتى دخل على الملك فقال ما فعل أصحابك فقال كفانيهم الله ثم قال للملك إنك لست بقاتلي حتى تفعل ما آمرك به فإن أنت فعلت ما آمرك به قتلتني وإلا فإنك لا تستطيع قتلي قال وما هو ؟ قال تجمع الناس في صعيد واحد ثم تصلبني على جذع وتأخذ سهما من كنانتي ثم قل : باسم الله رب الغلام فإنك إذا فعلت ذلك قتلتني . ففعل ووضع السهم في كبد قوسه ثم رماه وقال باسم الله رب الغلام فوقع السهم في صدغه فوضع الغلام يده على موضع السهم ومات فقال الناس آمنا برب الغلام . فقيل للملك أرأيت ما كنت تحذر فقد - والله نزل بك قد آمن الناس كلهم فأمر بأفواه السكك فخدت فيها الأخاديد وأضرمت فيها النيران ، وقال من رجع عن دينه فدعوه وإلا فأقحموه فيها قال فكانوا يتعادون فيها ويتدافعون فجاءت امرأة بابن لها ترضعه فكأنها تقاعست أن تقع في النار فقال الصبي اصبري يا أماه فإنك على الحق

Minggu, 16 Desember 2018

kiat Orang Sukses


12 HAL YANG DILAKUKAN ORANG SUKSES
DENGAN CARA BERBEDA
1. Mereka membuat dan mengejar sasaran dengan fokus
2. Mereka membuat keputusan dan mengambil tindakan dengan segera
3. Mereka fokus untuk menjadi produktif, bukan menjadi sibuk
4. Mereka membuat keputusan logis berdasarkan informasi
5. Mereka menghindari jebakan tuntutan kesempurnaan
6. Mereka bekerja di luar zona nyaman mereka
7. Mereka membuat segala sesuatunya sederhana
8. Mereka fokus membuat perbaikan terus menerus walaupun kecil
9. Mereka mengukur dan memperhatikan perkembangan mereka
10. Mereka menjaga sikap mental positif ketika melakukan kesalahan
11. Mereka menghabiskan waktu dengan orang-orang yang memotivasi
12. Mereka menjaga keseimbangan dalam hidup mereka

Selasa, 06 November 2018

PREMAN INSAF

PREMAN  INSAF

Tersebutlah seorang pemuda, bernama Gilang (nama samaran), di suatu kampung nun jauh di sana, sebenernya sih ga jauh jauh banget siih , Cuma 50 kilo dari Jakarta, tapi tetep aja di kampung. Maklum disana jalanannya masih rusak, klo kita tertidur pulas di mobil, lalu tiba tiba terbangun, naah berarti kita sudah sampai di kampung itu, karena banyak guncangannya sangat dahsyat, seperti gempa di Palu dan Bima blom lama ini.

Nah...si Gilang ini, termasuk pemuda yag agak bandel-mo di bilang bandel banget sih...kaga dah...kadang kadang dia insaf sih, klo lagi kenyang, hehehe.dia bandelnya klo laper aja. Suka nyolong sendal, kadang nyerambetin pohon mangga orang. Ama malakin anak SD, klo anak TK dia ga berani, karena harus berhadapan sama emaknya.

Pokoknya gini...ini gilang anak preman dah, masyarakat juga kurang sreg sama dia. Abisan klo ada dia, ada aja yang hilang, kadang sendal hilang, panci hilang, kadang perasaaan juga hilang, hehehe

Nah anehnya walau preman, ternyata dia suka sama anak seorang kiayi Ucup (nama bo ongan), namanya Jamilah ( nama klo di artinya namanya cantik). Dia suka curi curi pandang,-naah klo yang ini, warga ga tau dah-, kadang dia caper (cari perawan..ups, bukan tapi, cari perhatian), tapi Jamilahnya ga ngeh tuh, cuek bebek aja. Makanya dalam hati si Gilang, “gue suka banget tuh sama si Jamilah, tapi bagaimana mungkin, dia santriwati, anak sholehah, eh anak kiayi, sementara gue Cuma preman kampung”, begitu gerutunya Gilang.

Dia berpikir lamaaa...ampe hokcay (hehehe ngelohok sambil nyacay, ceuk urang sunda mah), bagaimana caranya, agar dia bisa ngedeketin Jamilah...tak lama kemudian, ahaaa!! Dia punya ide, -padahal ga punya duit, ga apalah, yang penting masih punya.
Gilang pengen jadi anak masjid aja, kali aja, si Jamilah, perhatian sama dia.
Mulailah dia, ngedeketin masjid,

Sehari..dua hari..sampai beberpa hari, Jamilah masih ga ngeh juga. Lha..gimana mau ngeh orang Cuma nongkrong dipinggiran masjid doang, -untungnya ga bau tuh pelatara masjid, di tongkrongin si Gilang-. terus dia mikir lagi, hemmmm klo gitu gue ikut sholat dah, begitu pikirnya-emang dia punya pikiran? Hehehe canda. Akhirnya dia mau masuk masjid, ikut sholat. Tapi warga pada was was..kenapa? karena ga mungkin, gilang insaf, ga mungkin, begitu gerutunya salah seorang warga, ada yg bilang si Gilang, klo masjid, ntar sendal pada hilang, atau jangan jangan, amplie masjid hilang,

Begitulah, celotehan para warga, melihat si Gilang insaf. Jadilah gilang rajin sholat ke masjid, ternyata bukan hanya sholat, ternyata dia dateng sebelum adzan, bahkan dia yang sholawatan, dia yang adzan-walau dengan suara pas pasan-, pas dia adzan, batuk, sehingga suaranya hancur lebur. Akhirnya hebohlah warga, Gilang, preman insaf, rajin ke masjid, rajin sholat, rajin sholawatan.

Semua menggosipkan Gilang, mantan preman insaf.

Suatu hari dikampung itu ada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kebiasaan di kampung, jika mengadakan acara Peringatan/perayaan keislaman selalu diluar masjid, mungkin jamaahnya banyak, atau jika ada wanita yang sedang halangan,tetap bisa mengikuti acaranya. Maka acaranya di lapangan dengan memasang tenda dan panggung acara, dan panggungnya terbuat dari bambu, yang dibawahnya di ganjel pake tong, ( kaleng besar, bekas pek aspal, )

Acara peringatan di mulai bada isya, ketika akan di mulai, terjadi kepanikan, karena ternyata, qori nya tidak hadir, berhalangan, karena sakit gigi, waduuh ..bingung semua panitia. Maklum dikampung itu jarang yang bisa baca al Qur`an, kalaupun bisa, palingan seperti anak TPA baca Qur`an , lurus lurus aja, begitu keadaannya.

Semua panitia berpikir keras-sambil ngemil kacang kering-, akhirnya ada yang usul, “bagaimana jika Gilang aja- si mantan preman-, yang baca al Qur`an, dan semua setuju, dari pada ga ada yang baca Qur`an. Tiba tiba di tariklah Gilang-padahal dia lagi ngumpet aja, sambil curi curi pandang, mencari mana Jamilah, wanita idamannya- , singkatnya, hasil loby panitia ke Gilang, dengan berbagai rayuan dan ancaman, akhirnya Gilang mau maju ke atas panggung.

Pembawa acara, memanggil “ Hadirin sekalian, mari kita dengarkan lantunan ayat suci Al Qur`an yang akan di bacakan oleh saudaraa....Gilang!, ....semua jamaah terdiam, terkaget dan terharu, mantan preman mau baca Al Qur`an. Dengan langkah gontai, majulah gilang naik ke atas panggung,

Semua jamaah khusyu`, ingin mendengarkan Gilang membaca Al Qur`an. Semua tertunduk semua terdiam. Sementara Gilang diatas panggung hanya terdiam, di bukanya lembar demi lembar mushaf Al Qur`an, dia bingung mau baca apa, boro boro bisa baca al Qur`an, huruf alif aja mungkin dia belum lihat, tak lama kemudian dia tersedu sedu menangis, dan anehnya semua jamaah ikut juga menangis tersedu sedu, bahkan pada sesegukan (bahasa apa ini),. Terharu, belum baca aja sudah sedih, apalagi sudah baca, begitu kata salah satu jamaah menuturkan.karena panngungnya terbuat dari susunan bambu, tidak lama kemudia panggungnya roboh, gubraakk !!! , heboh semua jamaah, bahkan ada yang berteriak “waaah hebat gilang, belum baca aja panggungnya sudah roboh, apalagi dia baca, bisa hancur lebur ini pannggung” begitu puji warga kepada Gilang, 

إن شاء الله":

 عن أبي هُريرة رضي الله عنه عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: "قال سليمان بن داود -عليهما السلام-: لَأَطُوفنَّ الليلةَ على سَبْعينَ ام...