Minggu, 16 Desember 2018

kiat Orang Sukses


12 HAL YANG DILAKUKAN ORANG SUKSES
DENGAN CARA BERBEDA
1. Mereka membuat dan mengejar sasaran dengan fokus
2. Mereka membuat keputusan dan mengambil tindakan dengan segera
3. Mereka fokus untuk menjadi produktif, bukan menjadi sibuk
4. Mereka membuat keputusan logis berdasarkan informasi
5. Mereka menghindari jebakan tuntutan kesempurnaan
6. Mereka bekerja di luar zona nyaman mereka
7. Mereka membuat segala sesuatunya sederhana
8. Mereka fokus membuat perbaikan terus menerus walaupun kecil
9. Mereka mengukur dan memperhatikan perkembangan mereka
10. Mereka menjaga sikap mental positif ketika melakukan kesalahan
11. Mereka menghabiskan waktu dengan orang-orang yang memotivasi
12. Mereka menjaga keseimbangan dalam hidup mereka

Selasa, 06 November 2018

PREMAN INSAF

PREMAN  INSAF

Tersebutlah seorang pemuda, bernama Gilang (nama samaran), di suatu kampung nun jauh di sana, sebenernya sih ga jauh jauh banget siih , Cuma 50 kilo dari Jakarta, tapi tetep aja di kampung. Maklum disana jalanannya masih rusak, klo kita tertidur pulas di mobil, lalu tiba tiba terbangun, naah berarti kita sudah sampai di kampung itu, karena banyak guncangannya sangat dahsyat, seperti gempa di Palu dan Bima blom lama ini.

Nah...si Gilang ini, termasuk pemuda yag agak bandel-mo di bilang bandel banget sih...kaga dah...kadang kadang dia insaf sih, klo lagi kenyang, hehehe.dia bandelnya klo laper aja. Suka nyolong sendal, kadang nyerambetin pohon mangga orang. Ama malakin anak SD, klo anak TK dia ga berani, karena harus berhadapan sama emaknya.

Pokoknya gini...ini gilang anak preman dah, masyarakat juga kurang sreg sama dia. Abisan klo ada dia, ada aja yang hilang, kadang sendal hilang, panci hilang, kadang perasaaan juga hilang, hehehe

Nah anehnya walau preman, ternyata dia suka sama anak seorang kiayi Ucup (nama bo ongan), namanya Jamilah ( nama klo di artinya namanya cantik). Dia suka curi curi pandang,-naah klo yang ini, warga ga tau dah-, kadang dia caper (cari perawan..ups, bukan tapi, cari perhatian), tapi Jamilahnya ga ngeh tuh, cuek bebek aja. Makanya dalam hati si Gilang, “gue suka banget tuh sama si Jamilah, tapi bagaimana mungkin, dia santriwati, anak sholehah, eh anak kiayi, sementara gue Cuma preman kampung”, begitu gerutunya Gilang.

Dia berpikir lamaaa...ampe hokcay (hehehe ngelohok sambil nyacay, ceuk urang sunda mah), bagaimana caranya, agar dia bisa ngedeketin Jamilah...tak lama kemudian, ahaaa!! Dia punya ide, -padahal ga punya duit, ga apalah, yang penting masih punya.
Gilang pengen jadi anak masjid aja, kali aja, si Jamilah, perhatian sama dia.
Mulailah dia, ngedeketin masjid,

Sehari..dua hari..sampai beberpa hari, Jamilah masih ga ngeh juga. Lha..gimana mau ngeh orang Cuma nongkrong dipinggiran masjid doang, -untungnya ga bau tuh pelatara masjid, di tongkrongin si Gilang-. terus dia mikir lagi, hemmmm klo gitu gue ikut sholat dah, begitu pikirnya-emang dia punya pikiran? Hehehe canda. Akhirnya dia mau masuk masjid, ikut sholat. Tapi warga pada was was..kenapa? karena ga mungkin, gilang insaf, ga mungkin, begitu gerutunya salah seorang warga, ada yg bilang si Gilang, klo masjid, ntar sendal pada hilang, atau jangan jangan, amplie masjid hilang,

Begitulah, celotehan para warga, melihat si Gilang insaf. Jadilah gilang rajin sholat ke masjid, ternyata bukan hanya sholat, ternyata dia dateng sebelum adzan, bahkan dia yang sholawatan, dia yang adzan-walau dengan suara pas pasan-, pas dia adzan, batuk, sehingga suaranya hancur lebur. Akhirnya hebohlah warga, Gilang, preman insaf, rajin ke masjid, rajin sholat, rajin sholawatan.

Semua menggosipkan Gilang, mantan preman insaf.

Suatu hari dikampung itu ada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kebiasaan di kampung, jika mengadakan acara Peringatan/perayaan keislaman selalu diluar masjid, mungkin jamaahnya banyak, atau jika ada wanita yang sedang halangan,tetap bisa mengikuti acaranya. Maka acaranya di lapangan dengan memasang tenda dan panggung acara, dan panggungnya terbuat dari bambu, yang dibawahnya di ganjel pake tong, ( kaleng besar, bekas pek aspal, )

Acara peringatan di mulai bada isya, ketika akan di mulai, terjadi kepanikan, karena ternyata, qori nya tidak hadir, berhalangan, karena sakit gigi, waduuh ..bingung semua panitia. Maklum dikampung itu jarang yang bisa baca al Qur`an, kalaupun bisa, palingan seperti anak TPA baca Qur`an , lurus lurus aja, begitu keadaannya.

Semua panitia berpikir keras-sambil ngemil kacang kering-, akhirnya ada yang usul, “bagaimana jika Gilang aja- si mantan preman-, yang baca al Qur`an, dan semua setuju, dari pada ga ada yang baca Qur`an. Tiba tiba di tariklah Gilang-padahal dia lagi ngumpet aja, sambil curi curi pandang, mencari mana Jamilah, wanita idamannya- , singkatnya, hasil loby panitia ke Gilang, dengan berbagai rayuan dan ancaman, akhirnya Gilang mau maju ke atas panggung.

Pembawa acara, memanggil “ Hadirin sekalian, mari kita dengarkan lantunan ayat suci Al Qur`an yang akan di bacakan oleh saudaraa....Gilang!, ....semua jamaah terdiam, terkaget dan terharu, mantan preman mau baca Al Qur`an. Dengan langkah gontai, majulah gilang naik ke atas panggung,

Semua jamaah khusyu`, ingin mendengarkan Gilang membaca Al Qur`an. Semua tertunduk semua terdiam. Sementara Gilang diatas panggung hanya terdiam, di bukanya lembar demi lembar mushaf Al Qur`an, dia bingung mau baca apa, boro boro bisa baca al Qur`an, huruf alif aja mungkin dia belum lihat, tak lama kemudian dia tersedu sedu menangis, dan anehnya semua jamaah ikut juga menangis tersedu sedu, bahkan pada sesegukan (bahasa apa ini),. Terharu, belum baca aja sudah sedih, apalagi sudah baca, begitu kata salah satu jamaah menuturkan.karena panngungnya terbuat dari susunan bambu, tidak lama kemudia panggungnya roboh, gubraakk !!! , heboh semua jamaah, bahkan ada yang berteriak “waaah hebat gilang, belum baca aja panggungnya sudah roboh, apalagi dia baca, bisa hancur lebur ini pannggung” begitu puji warga kepada Gilang, 

Kamis, 25 Oktober 2018

jangan kau menghina suatu kaum

Kajian tilawah Guru guru Pesantren AL Adzkar
Pamulang, 24 Oktober 2017/4 Safar 1439
 An Nisaa: ayat 104
وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا


Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Sebagaimana disebutkan dalam sejarah, setelah kekalahan kaum Muslimin dalam peperangan Uhud, orang-orang Kafir Mekah memutuskan untuk menyerang kota Madinah, untuk membunuh kaum Muslimin yang tersisa, sekaligus membasmi agama Islam.Tetapi dengan turunnya ayat ini Nabi Muhammad Saw langsung memerintahkan mobilisasi kaum Muslimin, bahkan mereka yang terluka di dalam perang sebelumnya juga ikut siap siaga untuk membela dan mempertahankan Islam. Kekompakan dan kesiapan umum ini telah menyebabkan pasukan Kafir Mekah berubah pikiran dan mengurungkan rencana penyerangan tersebut.
Poin penting yang disinggung oleh ayat ini, dalam setiap pertempuran kedua belah pihak pasti akan mengalami luka atau tertawan dan pada puncaknya terbunuh. Tetapi yang penting adalah tujuan yang akan dicapai. Pasukan Islam memiliki harapan kepada pertolongan Allah Swt dan turunnya  pertolongan ilahi kepada mereka. Sedangkan pasukan Kuffar tidak memiliki tempat pelarian dan perlindungan. Orang-orang Mukmin yang luka dan tewas di dalam pertempuran akan mendapatkan pahala yang besar yaitu surga. Tetapi orang-orang Kafir yang tewas yang tidak memiliki keyakinan akan Hari Kiamat, mereka tidak akan memperoleh apa pun kecuali siksa yang lebih pedih di akhirat.
Dari ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:
1.  Sebagian kekalahan menghadapi musuh tidak boleh  berdampak pada kelemahan mental dalam menghadapi mereka. Kaum muslimin memiliki mental yang kokoh dengan bertawakal kepada Allah  Swt.
2.  Harapan kepada rahmat Allah Swt merupakan modal yang paling besar bagi tentara Islam. Oleh karenanya, baik gugur sebagai syahid atau menang, semua menjanjikan kebahagiaan bagi mereka.
3.  Berbagai kesulitan yang kita tanggung dalam melaksanakan tugas agama, tidak akan dilupakan begitu saja. Allah Swt  mengetahui semua itu dan akan memberikan pahala sesuai dengan hikmah-Nya.
4. jangan berhati lemah mengejar orang-orang kafir yang telah menyatakan perang terhadap kalian dan selalu berusaha mengintai dari setiap penjuru. Perang, memang, sungguh menyakitkan. Maka, kalau kalian merasa sakit dengan luka-luka perang yang kalian alami, mereka juga merasakan hal yang sama. Bedanya, mereka melakukan itu semua bukan untuk mencari kebenaran dan mengharapkan sesuatu dari Allah. Sedangkan kalian, orang-orang Mukmin, mekakukan itu semua demi mencari kebenaran dan mengharapkan perkenan Allah dan kenikmatan abadi, surga. Allah Maha Mengetahui segala apa yang kalian dan mereka perbuat, Mahabijaksana yang memberi balasan setiap orang sesuai dengan perbuatannya.


kisah sepotong sapu tangan

Suatu hari, ada yang meng"add" fb saya. Saya ingat ingat dulu siapa orang ini karena saya biasanya tak berani "konfirm" kalau saya ga kenal atau kalau saya lupa (maklum kemampuan mengingat sudah berkurang karena faktor U, hehe) saya lihat 'teman yang sama'nya di fb. ternyata daftar temannya di fb banyak yang juga teman saya alumni satu sekolah dulu , maka saya konfirm. walaupun saya tetap belum mengingatnya. tak berapa lama, muncul pesan darinya :
"Assalaamu'alaikum.. ini bu Yushi alumni Darussalam ya?"
"Wa'alaikumslm warahmatullaah... muhun." jawab saya.
"Mungkin ibu ga kenal saya.. mohon konfirmasi.. ibu pernah merasa ga, waktu ibu balik ke Daruss, di BIS, pernah ga, maaf, muntah ?? lanjutnya....
(Whaattt!!!, saya kaget... ko dia tau kalo dulu (karena sekarang udah engga, hehe..) saya ga tahan kalo naik bis, suka mual gitu (baca : muntah).. sambil malu tentu saja...
"Iyaa... dulu memang saya suka muntah kalo naik bis, terus gimana? kena ke bapa kah? aduuh saya minta maaf kalau demikian.. bapa alumni Daruss juga kah?" 
"Bukan kena saya... waktu ibu muntah, saya ada di sebelah ibu, nah.. terus saya kasih saputangan saya... sekarang saya mau nanya saputangan saya kemana? hehe... belum dipulangin..."
(Whattt!! saya kaget lagi dong... waduuh, beneran gitu?? ko saya ga inget... parah!! malu bangetttt)...
"Benarkah? Aduh, kmh atuh? hapunten pisan.. saya malah ga inget saputangannya dimana, saya ganti aja ya".
"Eh.. gaapapa atuh...becanda bu.. saya masih ingat karena ternyata kita satu lembaga pendidikan, bahkan sampai turun dari bis pun kita ga tegur sapa ya.."
(Whatt!! kaget lagiiii... benarkah? secuek itukah saya? masa sudah ditolong, nyapa aja engga.. senyum juga kayaknya engga.. astaghfirullaah..)
"Aduh, sy jd malu pisan, sy sudah bilang terimakasih belum ya waktu itu? terus selama di pondok, kita juga ga bertegur sapa gitu? kenapa saputangannya ga ditanyain waktu itu aja?
"Sepertinya engga, kan waktu itu ibu masih pucat, sakit, saya juga karena kasihan saja, ga tau kalo kita itu satu pondok.."
"Saya benar benar minta maaf dan terimakasih banyak untuk waktu itu, terima kasih juga sudah mengingatkan. saya juga minta maaf karena selama di pondok saya ga ingat tentang itu, kesannya sombong banget ya, ga berterimakasih gitu... maaaaf  banget"
"Ah gapapa bu, saya juga ga sampai lulus di Daruss, pindah ketika naik kelas 2, saya bahkan ga hafal wajah ibu, hanya tau nama aja, itupun dapat informasi dari teman saya..."

Aduuh, saya sebenarnya malu, tapi waktu itu dia ga jijik gitu ya liat saya muntah?
Untungnya dia di kelas MAPK (tempat siswa yang pinter pinter) jadi ga sering ketemu karena saya di kelas MAN yang biasa biasa aja. Kecuali kalau kegiatan ekskul dan pengajian umum atau acara bersama, biasanya MAN dan MAPK dibarengin.
Ga kebayang kalau saya tau dan ketemu orang yang menjadi saksi mata waktu saya muntah di bis itu,  pasti malu banget, mungkin langsung balik kanan dan melarikan diri :D
Ya Allah.. kejadian ini benar benar menyadarkan saya karena pasti bukan satu orang saja yang telah berbuat baik pada saya dan saya tak sempat berucap terimakasih atau maaf karena lupa atau malu atau mungkin hal yang lainnya....
Semoga Allah selalu melindungi dan membalas semua kebaikan dengan kebaikan yang lebih banyak di dunia dan akhirat...


Senin, 26 Maret 2018

Otak Kanan atau Kiri, Mari Kita Lakukan Test Sederhana


Dari tulisan tersebut dapat kita ambil kesimpulan sederhana bahwa apabila otak kanan yang dominan maka EQ lebih mewarna karakter manusian dan sebaliknya apabila otak kiri lebih dominan makan IQ lebih mewarnai karakter manusia. Lalu timbul pertanyaan bagaimana cara mengetahui otak kanan atau otak kiri yang lebih dominan. Meskipun dalam tulisan saya tentang penjelsan otak kanan dan otak kiri sudah disinggung sedikit, tidak ada salahnya saya kembali membahas lebih terperinci tentang cara tes otak akan dan otak kiri.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melakukan tes, apakah otak kanan atau otak kiri yang lebih dominan. Berikut beberapa tes yang bisa kita lakukan.
Tes Otak Kanan dan Otak Kiri
1. Memutar tubuh
Coba anda rileks, kosongkan pikiran anda yang akan mempengaruhi kemana arah tubuh anda akan berputar. Kemudian putar tubuh anda dengan kaki sebagai tumpuannya. Rasakan kemana arah tubuh anda berputar. Apabila tubuh anda berputar searah jarum jam, maka otak kanan anda lebih dominan dan sebaliknya apabila tubuh anda berputar berlawanan arah jarum jam maka otak kiri lebih dominan.
2. Tes Upil
Hihi...tes ini memang agak jorok, tapi saya yakin sebagian besar manusia pasti sering melakukannya. Lihat kebiasaan anda ngupil, kalau anda terbiasa ngupil menggunakan tangan kiri maka otak kanan lebih dominan atau sebaliknya.
3. Tes bersedekap
Bersedekap yaitu menyilangkan kedua tangan di atas dada atau perut. Cara menilainya adalah dengan melihat posisi tangan mana yang berada di atas. Kalau tangan kiri anda ada di atas, maka otak kanan lebih dominan dan begitu sebaliknya.
4. Tes kombinasi warna dan tulisan
Cara melakukannya adalah silakan anda lihat tulisan yang menyebtukan warna dengan warna tulisan yang berbeda dari tulisan. Lihat gambar di bawah ini.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIlSrisjeTOhPL2XYSWb8W5y482r09DK-yMfzem2-by6mDP1xcmrXb8QNYjt-7vX2F0btwn9BelgyptRAd24DztAPsuU8_-1ENnUm06VwIIL_VgsxaK-Dw-4f6xAbVI1LgRULY3Lm4-2D5/s320/tes-otak-warna-tulisan.png
Silakan anda sebutkan warna dari tulisan dari gambar di atas. Dengan tes ini maka akan terjadi konflik antara otak kanan dan otak kiri. Otak kanan akan menyebtukan warna sedangkan otak kiri akan menyebutkan tulisan. Nah, jika anda lebih kuat atau cenderung menyebutkan warna maka otak kanan anda lebih dominan dan apabila anda cenderung membaca tulisan, maka otak kiri lebih dominan.
Cara menyimpulkan hasil tes :

Kita kelompokan tes di atas menjadi 2 tes, test nomor 1 (berputar) kita sebut sebagai tes B dan tes 2 - 4 kita sebut sebagai tes B. Berikut kesimpulan dari kedua tes tersebut.



  • tes A : Kanan + tes B: Kiri -->( seimbang cenderung kanan ):sangat perhatian , konvensional, berbelit-belit, cepat akrb dengan orang lain, waspada, pengalah dan stabil
-----------------------------------------------------------------------------------------------

  • tes A : kanan + tes B : kanan ---> (dominan otak kanan) : suka tantangan dan bersikap apa adanya, cepat bertindak , imajinasi kuat, selalu ingin tahu dan suka tantangan, ceroboh dan nekad, jarang mendengarkan pendapat
-----------------------------------------------------------------------------------------------

  • tes A : kiri + tes B : Kiri --->(dominan otak kiri) : berdedikasi, cuek, perfeksionis, logis,selalu merasa benar,bisa dipecaya,memiliki banyak hal yang membanggakan , lawan yang tangguh
-----------------------------------------------------------------------------------------------

  • tes A : kiri + tes B : kanan --->(seimbang cenderung kiri) : suka mengurusi orang lain , berbakat jadi pemimpin, pandai berbicara dan menyiasati situasi, perhatian,tenang,bertanggung jawab,selalu berhati-hati dalam penampilan

إن شاء الله":

 عن أبي هُريرة رضي الله عنه عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: "قال سليمان بن داود -عليهما السلام-: لَأَطُوفنَّ الليلةَ على سَبْعينَ ام...