Minggu, 16 Desember 2018

kiat Orang Sukses


12 HAL YANG DILAKUKAN ORANG SUKSES
DENGAN CARA BERBEDA
1. Mereka membuat dan mengejar sasaran dengan fokus
2. Mereka membuat keputusan dan mengambil tindakan dengan segera
3. Mereka fokus untuk menjadi produktif, bukan menjadi sibuk
4. Mereka membuat keputusan logis berdasarkan informasi
5. Mereka menghindari jebakan tuntutan kesempurnaan
6. Mereka bekerja di luar zona nyaman mereka
7. Mereka membuat segala sesuatunya sederhana
8. Mereka fokus membuat perbaikan terus menerus walaupun kecil
9. Mereka mengukur dan memperhatikan perkembangan mereka
10. Mereka menjaga sikap mental positif ketika melakukan kesalahan
11. Mereka menghabiskan waktu dengan orang-orang yang memotivasi
12. Mereka menjaga keseimbangan dalam hidup mereka

Selasa, 06 November 2018

PREMAN INSAF

PREMAN  INSAF

Tersebutlah seorang pemuda, bernama Gilang (nama samaran), di suatu kampung nun jauh di sana, sebenernya sih ga jauh jauh banget siih , Cuma 50 kilo dari Jakarta, tapi tetep aja di kampung. Maklum disana jalanannya masih rusak, klo kita tertidur pulas di mobil, lalu tiba tiba terbangun, naah berarti kita sudah sampai di kampung itu, karena banyak guncangannya sangat dahsyat, seperti gempa di Palu dan Bima blom lama ini.

Nah...si Gilang ini, termasuk pemuda yag agak bandel-mo di bilang bandel banget sih...kaga dah...kadang kadang dia insaf sih, klo lagi kenyang, hehehe.dia bandelnya klo laper aja. Suka nyolong sendal, kadang nyerambetin pohon mangga orang. Ama malakin anak SD, klo anak TK dia ga berani, karena harus berhadapan sama emaknya.

Pokoknya gini...ini gilang anak preman dah, masyarakat juga kurang sreg sama dia. Abisan klo ada dia, ada aja yang hilang, kadang sendal hilang, panci hilang, kadang perasaaan juga hilang, hehehe

Nah anehnya walau preman, ternyata dia suka sama anak seorang kiayi Ucup (nama bo ongan), namanya Jamilah ( nama klo di artinya namanya cantik). Dia suka curi curi pandang,-naah klo yang ini, warga ga tau dah-, kadang dia caper (cari perawan..ups, bukan tapi, cari perhatian), tapi Jamilahnya ga ngeh tuh, cuek bebek aja. Makanya dalam hati si Gilang, “gue suka banget tuh sama si Jamilah, tapi bagaimana mungkin, dia santriwati, anak sholehah, eh anak kiayi, sementara gue Cuma preman kampung”, begitu gerutunya Gilang.

Dia berpikir lamaaa...ampe hokcay (hehehe ngelohok sambil nyacay, ceuk urang sunda mah), bagaimana caranya, agar dia bisa ngedeketin Jamilah...tak lama kemudian, ahaaa!! Dia punya ide, -padahal ga punya duit, ga apalah, yang penting masih punya.
Gilang pengen jadi anak masjid aja, kali aja, si Jamilah, perhatian sama dia.
Mulailah dia, ngedeketin masjid,

Sehari..dua hari..sampai beberpa hari, Jamilah masih ga ngeh juga. Lha..gimana mau ngeh orang Cuma nongkrong dipinggiran masjid doang, -untungnya ga bau tuh pelatara masjid, di tongkrongin si Gilang-. terus dia mikir lagi, hemmmm klo gitu gue ikut sholat dah, begitu pikirnya-emang dia punya pikiran? Hehehe canda. Akhirnya dia mau masuk masjid, ikut sholat. Tapi warga pada was was..kenapa? karena ga mungkin, gilang insaf, ga mungkin, begitu gerutunya salah seorang warga, ada yg bilang si Gilang, klo masjid, ntar sendal pada hilang, atau jangan jangan, amplie masjid hilang,

Begitulah, celotehan para warga, melihat si Gilang insaf. Jadilah gilang rajin sholat ke masjid, ternyata bukan hanya sholat, ternyata dia dateng sebelum adzan, bahkan dia yang sholawatan, dia yang adzan-walau dengan suara pas pasan-, pas dia adzan, batuk, sehingga suaranya hancur lebur. Akhirnya hebohlah warga, Gilang, preman insaf, rajin ke masjid, rajin sholat, rajin sholawatan.

Semua menggosipkan Gilang, mantan preman insaf.

Suatu hari dikampung itu ada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kebiasaan di kampung, jika mengadakan acara Peringatan/perayaan keislaman selalu diluar masjid, mungkin jamaahnya banyak, atau jika ada wanita yang sedang halangan,tetap bisa mengikuti acaranya. Maka acaranya di lapangan dengan memasang tenda dan panggung acara, dan panggungnya terbuat dari bambu, yang dibawahnya di ganjel pake tong, ( kaleng besar, bekas pek aspal, )

Acara peringatan di mulai bada isya, ketika akan di mulai, terjadi kepanikan, karena ternyata, qori nya tidak hadir, berhalangan, karena sakit gigi, waduuh ..bingung semua panitia. Maklum dikampung itu jarang yang bisa baca al Qur`an, kalaupun bisa, palingan seperti anak TPA baca Qur`an , lurus lurus aja, begitu keadaannya.

Semua panitia berpikir keras-sambil ngemil kacang kering-, akhirnya ada yang usul, “bagaimana jika Gilang aja- si mantan preman-, yang baca al Qur`an, dan semua setuju, dari pada ga ada yang baca Qur`an. Tiba tiba di tariklah Gilang-padahal dia lagi ngumpet aja, sambil curi curi pandang, mencari mana Jamilah, wanita idamannya- , singkatnya, hasil loby panitia ke Gilang, dengan berbagai rayuan dan ancaman, akhirnya Gilang mau maju ke atas panggung.

Pembawa acara, memanggil “ Hadirin sekalian, mari kita dengarkan lantunan ayat suci Al Qur`an yang akan di bacakan oleh saudaraa....Gilang!, ....semua jamaah terdiam, terkaget dan terharu, mantan preman mau baca Al Qur`an. Dengan langkah gontai, majulah gilang naik ke atas panggung,

Semua jamaah khusyu`, ingin mendengarkan Gilang membaca Al Qur`an. Semua tertunduk semua terdiam. Sementara Gilang diatas panggung hanya terdiam, di bukanya lembar demi lembar mushaf Al Qur`an, dia bingung mau baca apa, boro boro bisa baca al Qur`an, huruf alif aja mungkin dia belum lihat, tak lama kemudian dia tersedu sedu menangis, dan anehnya semua jamaah ikut juga menangis tersedu sedu, bahkan pada sesegukan (bahasa apa ini),. Terharu, belum baca aja sudah sedih, apalagi sudah baca, begitu kata salah satu jamaah menuturkan.karena panngungnya terbuat dari susunan bambu, tidak lama kemudia panggungnya roboh, gubraakk !!! , heboh semua jamaah, bahkan ada yang berteriak “waaah hebat gilang, belum baca aja panggungnya sudah roboh, apalagi dia baca, bisa hancur lebur ini pannggung” begitu puji warga kepada Gilang, 

Kamis, 25 Oktober 2018

jangan kau menghina suatu kaum

Kajian tilawah Guru guru Pesantren AL Adzkar
Pamulang, 24 Oktober 2017/4 Safar 1439
 An Nisaa: ayat 104
وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا


Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya merekapun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Sebagaimana disebutkan dalam sejarah, setelah kekalahan kaum Muslimin dalam peperangan Uhud, orang-orang Kafir Mekah memutuskan untuk menyerang kota Madinah, untuk membunuh kaum Muslimin yang tersisa, sekaligus membasmi agama Islam.Tetapi dengan turunnya ayat ini Nabi Muhammad Saw langsung memerintahkan mobilisasi kaum Muslimin, bahkan mereka yang terluka di dalam perang sebelumnya juga ikut siap siaga untuk membela dan mempertahankan Islam. Kekompakan dan kesiapan umum ini telah menyebabkan pasukan Kafir Mekah berubah pikiran dan mengurungkan rencana penyerangan tersebut.
Poin penting yang disinggung oleh ayat ini, dalam setiap pertempuran kedua belah pihak pasti akan mengalami luka atau tertawan dan pada puncaknya terbunuh. Tetapi yang penting adalah tujuan yang akan dicapai. Pasukan Islam memiliki harapan kepada pertolongan Allah Swt dan turunnya  pertolongan ilahi kepada mereka. Sedangkan pasukan Kuffar tidak memiliki tempat pelarian dan perlindungan. Orang-orang Mukmin yang luka dan tewas di dalam pertempuran akan mendapatkan pahala yang besar yaitu surga. Tetapi orang-orang Kafir yang tewas yang tidak memiliki keyakinan akan Hari Kiamat, mereka tidak akan memperoleh apa pun kecuali siksa yang lebih pedih di akhirat.
Dari ayat tadi terdapat tiga pelajaran yang dapat dipetik:
1.  Sebagian kekalahan menghadapi musuh tidak boleh  berdampak pada kelemahan mental dalam menghadapi mereka. Kaum muslimin memiliki mental yang kokoh dengan bertawakal kepada Allah  Swt.
2.  Harapan kepada rahmat Allah Swt merupakan modal yang paling besar bagi tentara Islam. Oleh karenanya, baik gugur sebagai syahid atau menang, semua menjanjikan kebahagiaan bagi mereka.
3.  Berbagai kesulitan yang kita tanggung dalam melaksanakan tugas agama, tidak akan dilupakan begitu saja. Allah Swt  mengetahui semua itu dan akan memberikan pahala sesuai dengan hikmah-Nya.
4. jangan berhati lemah mengejar orang-orang kafir yang telah menyatakan perang terhadap kalian dan selalu berusaha mengintai dari setiap penjuru. Perang, memang, sungguh menyakitkan. Maka, kalau kalian merasa sakit dengan luka-luka perang yang kalian alami, mereka juga merasakan hal yang sama. Bedanya, mereka melakukan itu semua bukan untuk mencari kebenaran dan mengharapkan sesuatu dari Allah. Sedangkan kalian, orang-orang Mukmin, mekakukan itu semua demi mencari kebenaran dan mengharapkan perkenan Allah dan kenikmatan abadi, surga. Allah Maha Mengetahui segala apa yang kalian dan mereka perbuat, Mahabijaksana yang memberi balasan setiap orang sesuai dengan perbuatannya.


kisah sepotong sapu tangan

Suatu hari, ada yang meng"add" fb saya. Saya ingat ingat dulu siapa orang ini karena saya biasanya tak berani "konfirm" kalau saya ga kenal atau kalau saya lupa (maklum kemampuan mengingat sudah berkurang karena faktor U, hehe) saya lihat 'teman yang sama'nya di fb. ternyata daftar temannya di fb banyak yang juga teman saya alumni satu sekolah dulu , maka saya konfirm. walaupun saya tetap belum mengingatnya. tak berapa lama, muncul pesan darinya :
"Assalaamu'alaikum.. ini bu Yushi alumni Darussalam ya?"
"Wa'alaikumslm warahmatullaah... muhun." jawab saya.
"Mungkin ibu ga kenal saya.. mohon konfirmasi.. ibu pernah merasa ga, waktu ibu balik ke Daruss, di BIS, pernah ga, maaf, muntah ?? lanjutnya....
(Whaattt!!!, saya kaget... ko dia tau kalo dulu (karena sekarang udah engga, hehe..) saya ga tahan kalo naik bis, suka mual gitu (baca : muntah).. sambil malu tentu saja...
"Iyaa... dulu memang saya suka muntah kalo naik bis, terus gimana? kena ke bapa kah? aduuh saya minta maaf kalau demikian.. bapa alumni Daruss juga kah?" 
"Bukan kena saya... waktu ibu muntah, saya ada di sebelah ibu, nah.. terus saya kasih saputangan saya... sekarang saya mau nanya saputangan saya kemana? hehe... belum dipulangin..."
(Whattt!! saya kaget lagi dong... waduuh, beneran gitu?? ko saya ga inget... parah!! malu bangetttt)...
"Benarkah? Aduh, kmh atuh? hapunten pisan.. saya malah ga inget saputangannya dimana, saya ganti aja ya".
"Eh.. gaapapa atuh...becanda bu.. saya masih ingat karena ternyata kita satu lembaga pendidikan, bahkan sampai turun dari bis pun kita ga tegur sapa ya.."
(Whatt!! kaget lagiiii... benarkah? secuek itukah saya? masa sudah ditolong, nyapa aja engga.. senyum juga kayaknya engga.. astaghfirullaah..)
"Aduh, sy jd malu pisan, sy sudah bilang terimakasih belum ya waktu itu? terus selama di pondok, kita juga ga bertegur sapa gitu? kenapa saputangannya ga ditanyain waktu itu aja?
"Sepertinya engga, kan waktu itu ibu masih pucat, sakit, saya juga karena kasihan saja, ga tau kalo kita itu satu pondok.."
"Saya benar benar minta maaf dan terimakasih banyak untuk waktu itu, terima kasih juga sudah mengingatkan. saya juga minta maaf karena selama di pondok saya ga ingat tentang itu, kesannya sombong banget ya, ga berterimakasih gitu... maaaaf  banget"
"Ah gapapa bu, saya juga ga sampai lulus di Daruss, pindah ketika naik kelas 2, saya bahkan ga hafal wajah ibu, hanya tau nama aja, itupun dapat informasi dari teman saya..."

Aduuh, saya sebenarnya malu, tapi waktu itu dia ga jijik gitu ya liat saya muntah?
Untungnya dia di kelas MAPK (tempat siswa yang pinter pinter) jadi ga sering ketemu karena saya di kelas MAN yang biasa biasa aja. Kecuali kalau kegiatan ekskul dan pengajian umum atau acara bersama, biasanya MAN dan MAPK dibarengin.
Ga kebayang kalau saya tau dan ketemu orang yang menjadi saksi mata waktu saya muntah di bis itu,  pasti malu banget, mungkin langsung balik kanan dan melarikan diri :D
Ya Allah.. kejadian ini benar benar menyadarkan saya karena pasti bukan satu orang saja yang telah berbuat baik pada saya dan saya tak sempat berucap terimakasih atau maaf karena lupa atau malu atau mungkin hal yang lainnya....
Semoga Allah selalu melindungi dan membalas semua kebaikan dengan kebaikan yang lebih banyak di dunia dan akhirat...


Senin, 26 Maret 2018

Otak Kanan atau Kiri, Mari Kita Lakukan Test Sederhana


Dari tulisan tersebut dapat kita ambil kesimpulan sederhana bahwa apabila otak kanan yang dominan maka EQ lebih mewarna karakter manusian dan sebaliknya apabila otak kiri lebih dominan makan IQ lebih mewarnai karakter manusia. Lalu timbul pertanyaan bagaimana cara mengetahui otak kanan atau otak kiri yang lebih dominan. Meskipun dalam tulisan saya tentang penjelsan otak kanan dan otak kiri sudah disinggung sedikit, tidak ada salahnya saya kembali membahas lebih terperinci tentang cara tes otak akan dan otak kiri.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk melakukan tes, apakah otak kanan atau otak kiri yang lebih dominan. Berikut beberapa tes yang bisa kita lakukan.
Tes Otak Kanan dan Otak Kiri
1. Memutar tubuh
Coba anda rileks, kosongkan pikiran anda yang akan mempengaruhi kemana arah tubuh anda akan berputar. Kemudian putar tubuh anda dengan kaki sebagai tumpuannya. Rasakan kemana arah tubuh anda berputar. Apabila tubuh anda berputar searah jarum jam, maka otak kanan anda lebih dominan dan sebaliknya apabila tubuh anda berputar berlawanan arah jarum jam maka otak kiri lebih dominan.
2. Tes Upil
Hihi...tes ini memang agak jorok, tapi saya yakin sebagian besar manusia pasti sering melakukannya. Lihat kebiasaan anda ngupil, kalau anda terbiasa ngupil menggunakan tangan kiri maka otak kanan lebih dominan atau sebaliknya.
3. Tes bersedekap
Bersedekap yaitu menyilangkan kedua tangan di atas dada atau perut. Cara menilainya adalah dengan melihat posisi tangan mana yang berada di atas. Kalau tangan kiri anda ada di atas, maka otak kanan lebih dominan dan begitu sebaliknya.
4. Tes kombinasi warna dan tulisan
Cara melakukannya adalah silakan anda lihat tulisan yang menyebtukan warna dengan warna tulisan yang berbeda dari tulisan. Lihat gambar di bawah ini.


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIlSrisjeTOhPL2XYSWb8W5y482r09DK-yMfzem2-by6mDP1xcmrXb8QNYjt-7vX2F0btwn9BelgyptRAd24DztAPsuU8_-1ENnUm06VwIIL_VgsxaK-Dw-4f6xAbVI1LgRULY3Lm4-2D5/s320/tes-otak-warna-tulisan.png
Silakan anda sebutkan warna dari tulisan dari gambar di atas. Dengan tes ini maka akan terjadi konflik antara otak kanan dan otak kiri. Otak kanan akan menyebtukan warna sedangkan otak kiri akan menyebutkan tulisan. Nah, jika anda lebih kuat atau cenderung menyebutkan warna maka otak kanan anda lebih dominan dan apabila anda cenderung membaca tulisan, maka otak kiri lebih dominan.
Cara menyimpulkan hasil tes :

Kita kelompokan tes di atas menjadi 2 tes, test nomor 1 (berputar) kita sebut sebagai tes B dan tes 2 - 4 kita sebut sebagai tes B. Berikut kesimpulan dari kedua tes tersebut.



  • tes A : Kanan + tes B: Kiri -->( seimbang cenderung kanan ):sangat perhatian , konvensional, berbelit-belit, cepat akrb dengan orang lain, waspada, pengalah dan stabil
-----------------------------------------------------------------------------------------------

  • tes A : kanan + tes B : kanan ---> (dominan otak kanan) : suka tantangan dan bersikap apa adanya, cepat bertindak , imajinasi kuat, selalu ingin tahu dan suka tantangan, ceroboh dan nekad, jarang mendengarkan pendapat
-----------------------------------------------------------------------------------------------

  • tes A : kiri + tes B : Kiri --->(dominan otak kiri) : berdedikasi, cuek, perfeksionis, logis,selalu merasa benar,bisa dipecaya,memiliki banyak hal yang membanggakan , lawan yang tangguh
-----------------------------------------------------------------------------------------------

  • tes A : kiri + tes B : kanan --->(seimbang cenderung kiri) : suka mengurusi orang lain , berbakat jadi pemimpin, pandai berbicara dan menyiasati situasi, perhatian,tenang,bertanggung jawab,selalu berhati-hati dalam penampilan

Selasa, 27 Februari 2018

TAUBAT DAN ISTIGHFAR

asulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
(( يَاأَيُّهَا النَّاسُ تُوْبُوْا إِلَى اللهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ فَإِنِّيْ أَتُوْبُ فِيْ اليَوْمِ مِائَةَ مَرَّةٍ )) رواه مسلم.
“Wahai sekalian manusia, bertaubatlah kepada Allah dan memohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya aku bertaubat dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim).
Demikianlah keadaan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, padahal beliau telah diampuni dosa-dosanya, baik yang lalu maupun yang akan datang. Tetapi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah hamba yang pandai bersyukur, pendidik yang bijaksana, pengasih dan penyayang. Semoga shalawat dan salam yang sempurna dilimpahkan kepada beliau.
  • Abu Musa radhiallahu’anhu meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam:
(( إِنَّ اللهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ النَّهَارِ وَيَبْسُطُ يَدَهُ فِيْ النَّهَارِ لِيَتُوْبَ مُسِيْءُ اللَّيْلِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا ))
“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya pada malam hari agar bertaubat orang yang berbuat jahat di siang hari dan Dia membentangkan tangan-Nya pada siang hari agar bertaubat orang yang berbuat jahat di malam  hari, sehingga matahari terbit dari barat (Kiamat).” (HR. Muslim).
  • Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda:
(( مَنْ تَابَ قَبْلَ أَنْ تَطْلُعَ الشَّمْسُ مِنْ مَغْرِبِهَا تَابَ اللهُ عَلَيْهِ)) رواه مسلم.
“Barangsiapa bertaubat sebelum matahari terbit dari barat niscaya Allah menerima taubatnya.” (HR. Muslim).
Sebab jika matahari telah terbit dari barat maka pintu taubat serta merta ditutup.
Demikian pula tidak ada gunanya taubat seseorang ketika hendak meninggal dunia. Allah berfirman:
 “Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan: “sesungguhnya aku bertaubat sekarang.” (An-Nisaa’: 18).
  • Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
(( إِنَّ اللهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ العَبْدِ مَالَمْ يُغَرْغِرْ )) رواه الترمذي.
“Sesungguhnya Allah menerima taubat seseorang hamba, selama nyawanya belum sampai di kerongkongan.” (HR. At-Tirmidzi, dan ia menghasankannya).
Karena itu setiap muslim wajib bertaubat kepada Allah dari segala dosa dan maksiat di setiap waktu dan kesempatan sebelum ajal mendadak menjemputnya sehingga ia tak lagi memiliki kesempatan, lalu baru menyesal, meratapi atas kelengahannya. Jika dia orang baik, maka dia menyesal mengapa dia tidak memperbanyak kebaikannya, dan jika dia orang jahat maka ia menyesal mengapa ia tidak bertaubat, memohon ampun dan kembali kepada Allah.
  • Dari Ibnu Abbas radhiallahu’anhu, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
(( مَنْ لَزِمَ الاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضَيْقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ )) رواه أبو داود.
“Barangsiapa senantiasa beristighfar, niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya kelapangan dan untuk setiap kesempitannya jalan keluar, dan akan diberi-Nya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Daud)([1]).
Imam Al-Auza’i ditanya: “bagaimana cara beristighfar?” beliau menjawab: “Hendaknya mengatakan: “Astaghfirullah, astaghfirullah.” Artinya, aku memohon ampunan kepada Allah.
Anas radhiallahu’anhu meriwayatkan, aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah berfirman:
 قَالَ الله تَعَالَى: ] يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِيْ وَرَجَوْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلاَ أُبَالِيْ، يَا ابْنَ آدَمَ لَوْ بَلَغَتْ ذُنُوْبُكَ عَنَانَ السَّمَاءِ ثُمَّ اسْتَغْفَرْتَنِيْ غَفَرْتُ لَكَ وَلاَ أُبَالِيْ، يَا ابْنَ آدَمَ إِنَّكَ لَوْ أَتَيْتَنِيْ بِقُرَابِ الأَرْضِ خَطَايَا ثُمَّ لَقِيْتَنِيْ لاَ تُشْرِكْ بِيْ شَيْئًا لَأَتَيْتُكَ بِقُرَابِهَا مَغْفِرَةً [ )) رواه الترمذي.
“Allah Ta’ala berfirman: “Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau memohon dan mengharap kepada-Ku, niscaya Aku ampuni dosa-dosamu yang lalu dan aku tidak peduli. Wahai anak Adam, seandainya dosa-dosamu sampai ke awan langit, kemudian engkau memohon ampun kepada-Ku niscaya Aku mengampunimu dan Aku tidak peduli. Wahai anak Adam, sesungguhnya jika engkau datang kepada-Ku dengan dosa-dosa sepenuh bumi dan kamu menemui-Ku dalam keadaan tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatupun, niscaya Aku datangkan utukmu ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. At-Tirmidzi, ia berkata: hadits ini hasan).
Dalam hadits di atas disebutkan tiga sebab mendapatkan ampunan:
  1. Berdoa dengan penuh harap.
  2. Beristighfar, yaitu memohon ampunan kepada Allah.
  3. Merealisasikan tauhid, dan memurnikannya dari berbagai bentuk syirik, bid’ah dan kemaksiatan. Hadits di atas juga menunjukkan luasnya rahmat Allah, ampunan, kebaikan dan anugerah-Nya yang banyak.

AMALAN PENJEMPUT REZEKI

Setiap hari manusia berlomba-lomba mencari rezeki untuk bisa melanjutkan hidup sehari-hari. Masing-masing orang sudah ditetapkan kadar rezekinya oleh Allah SWT. Ada yang sudah bekerja begitu keras, namun hasilnya tidak sesuai harapan. Namun ada juga yang usahanya biasa-biasa saja, diberikan rezeki yang berlimpah.

Ternyata kadar rezeki tidak hanya urusan keras atau tidaknya usaha seseorang dalam mencarinya. Namun ada amalan tertentu yang membuat rezeki selalu nempel dan melekat dengan kita. Amalan ini jika rutin dikerjakan, akan membuat rezeki selalu datang menghampiri tanpa henti dan tidak disangka-sangka. Apa saja amalan tersebut?

1. Taqwa.
Amalan pertama agar rezeki selalu nempel adalah berlaku taqwa kepada Allah. Taqwa merupakan tindakan memelihara diri dari siksa Allah dengan cara menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Hal ini sudah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Alquran. Bahwa siapa manusia yang bertaqwa akan diberi rezeki dari berbagai arah yang tidak disangka-sangka.
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya,” (QS ath-Thalaq: 2-3).

2. Tawakal.
Tawakal juga menjadi jalan untuk menggugah Allah memberikan rezeki kepada manusia. Tawakal memiliki makna berserah diri sepenuhnya kepada Allah swt dalam menghadapi menunggu hasil dari suatu usaha atau pekerjaan. Namun tentu saja, tawakal harus disertai kerja keras sebelumnya. Setelah bekerja dengan sungguh-sungguh, barulah kita menyerahkan hasilnya kepada Allah, serta berprasangka baik kepada-Nya. Bahwa seluruh usaha yang kita kerjakan, sebenarnya tidak ada yang sia-sia.

Nabi s.a.w. bersabda: “Seandainya kamu bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakal, nescaya kamu diberi rezeki seperti burung diberi rezeki, ia pagi hari lapar dan petang hari telah kenyang.” (Riwayat Ahmad, at-Tirmizi, Ibnu Majah, Ibnu Hibban, al-Hakim dari Umar bin al-Khattab r.a.)

3. Salat Dhuha.
Selain melaksanakan salat wajib, Allah SWT juga menyediakan salat sunah yang bisa dilakukan untuk hajat tertentu, termasuk mendatangkan rezeki . Salah satu salat yang dapat mendekatkan rezeki adalah Salat Duha. Salat ini dikerjakan pada waktu Duha, yakni menjelang matahari naik pada pagi hari sekita pukul 08.00 WIB sampai pukul 11.00 WIB.

Firman Allah dalam hadis qudsi: “Wahai anak Adam, jangan sekali-kali engkau malas mengerjakan empat rakaat pada waktu permulaan siang (solat Dhuha), nanti pasti akan Aku cukupkan keperluanmu pada petang harinya." (Riwayat al-Hakim dan Thabrani).

4. Istighfar.
Rezeki terkadang tertutup karena dosa-dosa yang sudah kita lakukan kepada Allah. Jadi untuk membukanya kembali, manusia harus bertaubat dan memohon ampun kepada sang maha pengampun. Caranya adalah dengan banyak membaca istigfar setiap hari. Mohon lah keampunan Allah dengan sungguh-sungguh dengan bacaan sitigfar 100 kali setiap hari. Jika lebih, maka rezeki yang akan datang juga akan lebih pula. Karena ini adalah nyata yang dijanjikan Allah, kepada hamba-Nya yang bertaubat.

"Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirim-kan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu ke-bun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai" (QS Nuh: 10-12).

“Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka,” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan al-Hakim).

5. Silaturahmi.
Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa dengan menyambung tali silaturahmi maka rezeki tidak akan terputus. Dan benar, lihat saja mereka yang memiliki banyak koneksi dan selalu menjaganya? Pasti orang-orang inilah yang selalu dicari ketika ada pekerjaan yang sesuai. Mereka direkomendasikan oleh orang lain yang mengenalnya. Itulah mengapa kita sering mendengar ‘rezeki kita tidak hanya datang karena kita, namun juga karena orang lain’

Imam Bukhari meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), hendaknyalah ia menyambung (tali) silaturahim.”

6. Sedekah.
Sedekah menjadi cara yang paling sering dilakukan orang untuk memancing rezeki. Tidak dipungkiri bahwa Allah SWT menjanjikan balasan 10 kali lipat kepada mereka yang menyedekahkan rezekinya kepada orang lain yang membutuhkan. Namun tanamkanlah dalam hati bahwa bersedekahlah dalam rangka bersyukur, berbagi rejeki & kebahagiaan, bukan dalam rangka mencari rejeki.

Sabda Nabi s.a.w.: “Tidaklah kamu diberi pertolongan dan diberi rezeki melainkan kerana orang-orang lemah di kalangan kamu.” (Riwayat Bukhari).
7. Berbuat Kebaikkan.
Berbuat kebaikan kepada orang lain lain juga menjadi salah satu amalan yang membuat rezeki semakin nempel. Hal ini sudah dijanjikan Allah dalam Alquran serta dijelaskan dalam sabda Rasulullah SAW.

"Barangsiapa yang datang dengan (membawa) kebaikan, maka baginya (pahala) yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan barangsiapa yang datang dengan (membawa) kejahatan, maka tidaklah diberi pembalasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan (seimbang) dengan apa yang dahulu mereka kerjakan." (QS Alqashash:84).

Nabi bersabda: Sesungguhnya Allah tidak akan zalim pd hambanya yg berbuat kebaikan.Dia akan dibalas dengan diberi rezeki di dunia dan akan dibalas dengan pahala di akhirat.(HR. Ahmad).

8. Berdagang.
Saat ini orang berlomba-lomba mencari pekerjaan dengan masuk ke perusahaan besar. Memang hal ini bukan merupakan kesalahan. Namun salah satu pekerjaan yang dapat mengawetkan rezeki adalah dengan berdagang. Hal ini dijelaskan Nabi Muhammad SAW dalam hadist riwayat Ahmad.
Dan Nabi SAW bersabda: “Berniagalah, karena sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada dalam perniagaan” (Riwayat Ahmad).

9. Bangun Pagi.
Kita sering mendengar ucapan orang tua dulu, “Ayo bangun, udah pagi, nanti rezekinya dipatok ayam lho”. Ternyata ini bukanlah isapan jempol belaka. Karena saat pagi, Allah SWT melalui malaikat-malaikat-Nya menyebarkan rezeki pada pagi hari kepada manusia yang sudah bangun. Sehingga siapa yang terlewat tidur hingga bangun siang, maka tidak akan mendapatkan rezeki yang disebar pagi hari tersebut.

Fatimah (putri Rasulullah) berkata bahwa saat Rasulullah ( S.A.W.) melihatnya masih terlentang di tempat tidurnya di pagi hari, beliau (S.A.W.) mengatakan kepadanya, "Putriku, bangunlah dan saksikanlah kemurahan-hati Tuhanmu, dan janganlah menjadi seperti kebanyakan orang. Allah membagikan rezeki setiap harinya pada waktu antara mulainya subuh sampai terbitnya matahari. ( H.R. Al-Baihaqi).

Aisyah juga meceritakan sebuah hadits yang hampir sama maknanya, yang mana Rasulullah (S.A.W.) bersabda, "Bangunlah pagi-pagi untuk mencari rezekimu dan melakukan tugasmu, karena hal itu membawa berkah dan kesuksesan. (H.R. At-Tabarani).

10. Bersyukur.
Bersyukur adalah cara untuk mendatangkan lebih. Inilah tingkatan keimanan manusia kepada Rabb-nya. Mampukah seseorang bersyukur atas sedikit rezeki yang diberikan Allah atau tidak. Setidaknya, kita tidak hanya memandang rezeki materi yang diberikan Allah dalam bentuk uang. Namun dalam bentuk kesehatan, keluarga yang utuh, tetangga yang baik serta negara yang tidak dalam keadaan perang.

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS Ibrahim:7).

إن شاء الله":

 عن أبي هُريرة رضي الله عنه عن النبيِّ صلى الله عليه وسلم قال: "قال سليمان بن داود -عليهما السلام-: لَأَطُوفنَّ الليلةَ على سَبْعينَ ام...